Penikam Ibu dan Anak di Makassar Diringkus

JawaPos.com – Sengketa lahan berujung penikaman terjadi di Kampung Tumbuseng, Kelurahan Barombong, Kecamatan Tamalate, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Selasa (26/3). Korban bernama Mariani Daeng Taco, 33, dan Adrian, 17. Keduanya merupakan ibu dan anak.

Kini, aparat Polrestabes Makassar berhasil meringkus pelaku penikaman yang sebelumnya melarikan diri. Adalah Jumallang, 32, yang masih sepupu korban. “Pelaku berhasil diringkus tidak jauh dari tempat kejadian. Saat ini, J (sudah) kami tahan,” ujar Kasat Reskrim Polrestabes Makassar AKBP Indratmoko, Rabu (27/3).

Beberapa jam setelah kejadian pukul 17.00 WITA, petugas mengetahui keberadaan pelaku. Jumallang diringkus di Kampung Tumbuseng. Setelah menjalani pemeriksaan, pelaku resmi ditetapkan sebagai tersangka. “Tersangka sudah ditahan Polrestabes Makassar,” sambung Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Dikcy Sondani.

Hasil pemeriksaan diketahui, tersangka sempat terlibat adu mulut sebelum menikam Mariani. Mengetahui ibunya ditikam, Adrian berusaha untuk melerai. Namun Jumallang yang terlanjur naik pitam ikut menikam Adrian. Emosi tersangka tersulut ketika mengetahui korban masuk ke dalam pekarangan untuk mencari ayam.



Melihat kedua korban tersungkur, Jumallang langsung melarikan diri. Kejadian sempat berlanjut dengan aksi pembakaran rumah yang diduga milik tersangka. Isi rumah ludes di lalap api. Begitu pula dengan dua unit mobil dan satu motor yang terparkir di halaman rumah.

Mariani meninggal dunia dalam perjalanan ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Makassar dengan luka tikaman di bagian perut. Sementara Adrian ditikam di bagian dada. Dia selamat meski harus mendapat perawatan intensif di RS Wahidin Sudirohusodo,.

Informasi yang dihimpun, kejadian dilatarbelakangi konflik sengketa lahan yang telah 7 tahun terjadi. Daeng Sunggu dan orang tua Jumallang yang bersaudara dengan orang tua Mariani, Tallasa Daeng Sunggu sama-sama mengklaim bahwa tanah peninggalan orang tua mereka telah dikuasai masing-masing.

Sampai saat ini, informasi tersebut masih didalami polisi. Tersangka menjalani pemeriksaan mendalam di Mapolrestabes Makassar. Tersangka disangkakan melanggar Pasal 338 KUHP dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.

Editor           : Sofyan Cahyono

Reporter      : Sahrul Ramadan