Pengusaha-Pengusaha Malang Raya dan Aktivitas Religinya (7)

Inspirasi An Nisa 127, Muliakan Ibu dan Anak Yatim

Fahrur Roozi Riyatno (tiga dari kiri) bersama karyawannya beberapa waktu lalu.

”Dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapakmu, kaum kerabat, dan anak-anak yatim.” Sepenggal surat An Nisa ayat 127 ini menjadi pegangan Fahrur Roozi Riyatno dalam berbisnis Satay Chan miliknya.

Fahrur Roozi mengaku sudah merasakan betul dampak berbuat baik kepada orang tua, khususnya ibu. Menurut dia, selalu ada jalan keluar yang dia dapatkan jika ada kesusahan. ”Semua berkat doa ibu dan atas pertolongan Allah,” ucapnya pekan lalu.

Ibu adalah orang yang sangat membantu kehidupan anak-anaknya, mulai sejak dalam kandungan sampai tumbuh dewasa. Setidaknya menyenangkan ibu meski tidak dapat membalas segala baik budinya. Jika ibu dibuat senang, doanya akan terus mengalir.

”Karena jika tidak melakukan sesuatu tanpa rida ibu, jangan harap sesuatu akan lancar sesuai rencana,” lanjut pengusaha kelahiran Malang, 14 Oktober 1992, ini.

Agar imbas itu juga dirasakan orang-orang di sekitarnya, Ozi–sapaannya–selalu mengingatkan kepada karyawannya ketika menerima gaji untuk menyisihkannya untuk ibu dan anak-anak yatim piatu. Jika itu dilakukan secara rutin dan terus-menerus, dia percaya rezeki juga rutin mengalir diberikan Allah.

”Saya dan seluruh karyawan juga membiasakan diri untuk menyisihkan 2,5 persen dari pendapatan untuk diberikan kepada anak yatim piatu,” sambung dia.

Bila rajin memberi, maka jatuh bangun dalam usaha dapat diselesaikan. Ketika dalam kondisi terpuruk, berbagi keberhasilan dengan orang sekitar atau yang membutuhkan sangatlah dapat melunturkan sifat keburukan dalam diri.

”Agar dijauhkan dari sifat tamak dan sombong, selain itu, dekat-dekatlah kepada sang pencipta. Minta petunjuk-Nya, insya Allah jalan keluar selalu ada,” pungkas sarjana ekonomi jebolan Universitas Merdeka Malang tersebut.

Kegiatan tersebut rutin dia lakukan setiap satu bulan sekali dan biasanya berpindah-pindah tempat di kawasan Kecamatan Klojen. Selain itu, Ozi juga biasanya kerap mengajak masyarakat dan komunitas setempat untuk melaksanakan bakti sosial bersama.

”Baksos pun beragam, bisa dalam bentuk uang, sembako, alat tulis, hingga seragam sekolah,” terang dia.

Selain perkara memberi orang lain, alumnus SMAN 8 Malang itu juga memiliki misi memberdayakan masyarakat sekitarnya yang masih nganggur. Dengan membuka lapangan pekerjaan, prioritas utamanya adalah masyarakat sekitar usahanya berdiri. Sedangkan untuk usahanya, berada di Jalan Besar Ijen, Kota Malang.

”Karyawan saya didominasi orang-orang di kawasan Penanggungan dan Oro-Oro Dowo,” jelas Ozi.

Agar pekerjaan menjadi mudah, dia selalu mengingatkan agar karyawannya melaksanakan salat wajib tepat waktu. Karena ibadah dan bekerja adalah dua hal yang saling berkaitan dengan rutinitas sehari-hari.

”Sesibuk apa pun ketika bekerja, tetap jangan lupa salat 5 waktu. Ketika azan dikumandangkan, seluruh karyawan Satay Chan saya instruksikan salat secara bergantian,” beber dia.

Selain berbuat baik kepada ibu dan anak yatim piatu, Ozi pun tidak pernah meninggalkan rukun Islam yang kedua tersebut (salat). Perintah ini dia terapkan jauh sebelum usahanya berdiri. Dengan tidak meninggalkan salat, dia banyak merasakan manfaatnya, termasuk keyakinannya terhadap segala usaha yang dia jalankan.

”Saya percaya 9 dari 10 pintu rezeki didapatkan dari berdagang, yang tetap diusahakan dengan terus salat menunaikan kewajiban,” pungkas dia.

Hingga sekarang Ozi sudah memiliki delapan karyawan. Usaha itu dia rintis sejak 2016 lalu. Sebelumnya dia masih jadi karyawan hotel dan dapat tugas mempromosikan hotel tersebut di Jakarta. Saat itu kali pertama dia mencoba Satay Chan yang kala itu sedang booming di ibu kota negara.

”Karena makanan ini belum masuk di Kota Malang, saya berinisiatif membawa Satay Chan untuk kali pertama. Alhamdulillah, sampai sekarang masih jalan terus usaha saya,” tutup Ozi.

Pewarta: Elly Kartika
Penyunting: Irham Thoriq
Copy Editor: Dwi Lindawati
Foto: Istimewa