Pengunggah Video Joged Porno Disebut sebagai Korban, Ini Alasannya Sinergi Jawa Pos

“Video viral ini sudah terlalu lama. Bahkan saya sempat dan sudah mengeluarkan statemen keras. Ya, kepada pihak penyelenggaralah minta pertanggungjawaban. Karena ini melanggar UU Perlindungan Anak nomor 35 tahun 2014. Dengan maksimal ancaman 15 tahun. Karena dengan jelas mempertontonkan pelecehan seksual kepada anak – anak,” terangnya.

Mengingat kasus seperti ini di Bali bukan pertama kalinya, pihaknya menegur keras seluruh instansi terkait agar tidak hanya mengeluarkan pernyataan saja. “Ayolah jangan mengeluarkan pernyataan di media sosial saja tetapi berbuatlah. Pihak – pihak yang terlibat harus bergerak. Budaya Bali juga rusak. Dinas Kebudayaan dan Dinas Pendidikan juga harus turun tangan. Ini bukan hiburan untuk anak – anak,” terangnya.

Pihaknya mewanti – wanti kepada petugas kepolisian agar menangani kasus ini dengan bijak. Mengingat yang pengunggah video dengan akun facebook Arta Wan sendiri juga masih anak – anak. Apalagi Bali juga punya Perda Perlindungan Anak jadi harus bergerak. Nggak bisa diam. Bisa dengan mensomasi pihak penyelenggara dan juga mencari pelaku tersebut. “Kan sudah jelas wajahnya,” terangnya.

“Panitia penyelenggara wajib menjadi tersangka. Sementara kalau berbicara secara kasat mata bolehlah si pengunggah ini dikenakan UU ITE. Namun harus diingat lagi bahwa anak ini adalah juga korban pertunjukan cabul yang dipertontonkan di muka publik di depan anak – anak kecil lainnya juga,” tegasnya.



Sementara pihaknya memyatakan sikap akan membela si pengunggah yang notabene masih anak – anak jika ternyata dijadikan tersangka.

“Tidak setuju karena dia pun juga korban. Bahkan si pengunggah ini dan seluruh anak – anak yang hadir saat itu sebenarnya harus direhabilitasi secara moril,” tegasnya. 

(bx/afi/yes/JPR)