‘Penguasa Kalijodo’ Daeng Aziz Nyaleg, Sandi: Gerindra Ingin Merangkul | JawaPos.com

‘Penguasa Kalijodo’ Daeng Aziz Nyaleg, Sandi: Gerindra Ingin Merangkul | JawaPos.com

JawaPos.com – Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Uno menanggapi masuknya mantan Penguasa Kalijodo Daeng Aziz dalam daftar caleg dari partainya untuk DPRD Sulawesi Selatan. Dia mengaku belum mengetahui hal tersebut.

“Saya belum di-update, belum memiliki datanya. Tapi bagi kami Gerindra terbuka buat tentunya para kader yang ingin terbaik untuk daerahnya,” ujar Sandi di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (19/7) malam.

Wakil Gubernur DKI Jakarta itu menjelaskan, partai berlambang kepala burung garuda itu terbuka bagi seluruh kader bahkan lapisan masyarakat. Terutama, bagi mereka yang bersedia menerapkan prinsip ekonomi yang ada dalam Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945.

Sandiaga Uno. (Yesika Dinta/ JawaPos.com)

“Gerindra ingin merangkul semua untuk memastikan bahwa isu ekonomi Pasal 33 bisa didorong untuk penciptaan lapangan kerja, kami ingin merangkul bukan hanya kader partai, tapi juga yang aktif di lingkungan masyarakat,” tuturnya.



Sandi tidak mempermasalahkan latar belakang atau track record dari seorang caleg partainya. Dia memastikan, Gerindra dapat mempersatukan masyarakat.

“Jadi kami tidak ingin menutup pintu. Tapi kami ingin memastikan Gerindra menjadi partai yang mempersatukan,” kata Ketua Tim Pemenangan Pilpres Gerindra itu.

Sebelumnya diberitakan, Partai Gerindra mendaftarkan 50 nama untuk sebelas daerah pemilihan di provinsi Makassar, Sulawesi Selatan. Di antara daftar calon legislatif, terdapat nama eks penguasa Kalijodo Daeng Aziz.

Pria tersebut sempat ramai jadi perbincangan sebagai tokoh berpengaruh di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara, pada 2016 lalu. Pria yang kini berusia 62 tahun ini, saat itu melawan kebijakan pemerintahan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terkait penggusuran di lokalisasi setempat.

Ketua DPD Gerindra Sulsel Idris Manggabarani membenarkan soal pencalonan Daeng Aziz. Pria asal Kabupaten Jeneponto itu disebut bakal bertarung di Daerah Pemilihan IV dan mendapatkan nomor urut lima.

“Dia caleg provinsi dapil Jeneponto, Bantaeng, Selayar. Berkasnya sudah masuk, sudah selesai,” kata Idris di kantor KPU Sulsel, Selasa (17/7).

Nama Daeng Aziz mencuat saat Pemerintah DKI Jakarta berupaya merevitalisasi kawasan Kalijodo, Jakarta Barat, pada 2016 lalu. Saat itu Daeng Aziz disebut memimpin kelompok preman yang menolak penggusuran di daerah ramai praktik prostitusi.

Daeng Aziz belakangan divonis oleh Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara. Dia dihukum sepuluh bulan penjara karena terbukti atas dakwaan pencurian listrik untuk operasional kafe miliknya.

(yes/JPC)