Penggantian 4 Tanah Kas Desa Belum Beres

PAKIS – Proyek pembangunan tol Malang–Pandaan (Mapan) terus digeber. Namun hingga kini, masih ada empat tanah kas desa (TKD) yang terkena proyek tol seksi IV yang belum tuntas proses penggantian tanahnya. Hal ini masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dituntaskan pelaksana pembangunan.

Camat Pakis Firmando Hasiholan Matondang menuturkan, sampai kemarin persoalan penggantian lahan tanah kas desa di Kecamatan Pakis masih belum beres.

Seperti diketahui, di Kecamatan Pakis ada empat desa yang terdampak pembangunan tol Mapan, yaitu Desa Tirtomoyo, Desa Ampeldento, Desa Asrikaton, dan Desa Sekarpuro.

”Sekarang masih menunggu TKD karena masih belum (diganti), ada dua desa yang sudah siap berkas dan musyawarahnya. Tapi, kemarin baru penghitungan penilaian untuk calon (lahan) penggantinya,” kata pria yang akrab disapa Mando tersebut.

Dua desa tersebut, yaitu Desa Asrikaton dan Desa Ampeldento. Sementara dua desa lainnya, yaitu Tirtomoyo dan Sekarpuro, bahkan masih menunggu progres di tingkat desa.



Informasi yang didapat Mando, belum beresnya penggantian tanah kas desa disebabkan belum turunnya rekomendasi dari gubernur terkait penggantian TKD.

”Kalau rekom dari pemerintah kabupaten ke provinsi sudah,” ujarnya. Adapun luas lahan pengganti TKD di empat desa tersebut beragam, tapi yang paling besar berada di Desa Asrikaton dengan luas 1 hektare lebih.

Mando berharap, ada percepatan berkenaan dengan penggantian TKD tersebut karena jika berlama-lama pihak desa akan mengalami kerugian. Sebab, tidak bisa mengelola tanah bengkok sebagai salah satu sumber pendapatan asli desa (PADes). Termasuk juga berkaitan dengan proses pembelian serta pembayaran.

”Seperti di Asrikaton dan Ampeldento ini sudah 2 tahun disiapkan, tapi belum ada kepastian kapan akan dibayar sehingga dalam prosesnya bisa saja pemilik lahan akan berubah pikiran atau juga berubah harga karena juga belum di-DP (down payment, Red),” imbuhnya.

Sementara dari aspek dampak lingkungan, mantan Camat Wagir itu menuturkan, beberapa waktu sempat ada protes dari petani di sekitar proyek pembangunan. Penyebabnya, akibat pembangunan jalan tol mereka tidak mendapatkan akses irigasi untuk mengairi sawah mereka.

Dampaknya, selama 6 bulan lebih mereka tidak bisa bercocok tanam. ”Tapi, sudah ditindaklanjuti dinas PU sumber daya air dan pelaksana pembangunan dan dibuatkan sudetan, sekarang mereka bisa kembali bertani,” ujar Mando.

Untuk pengerjaan fisik di seksi IV, Mando menuturkan bahwa pembangunan sudah dalam tahap finishing sampai ke exit Tol Pakis. ”Sekarang juga mulai digarap jembatan di Desa Ampeldento,” katanya.

Mando menuturkan, yang harus diantisipasi dalam waktu dekat ini adalah pengaturan lalu lintas di sekitar exit Pakis. Sebab saat gerbang tol tersebut sudah beroperasi, tidak menutup kemungkinan akan terjadi crowded di kawasan sekitar Jalan Raya Pakis karena adanya peningkatan volume kendaraan yang melintas.

Pewarta : Farik Fajarwati
Copy Editor : Dwi Lindawati
Penyunting : Ahmad Yani