Pengamat: Kepala Daerah Boleh Jadi Timses, Asal…

ilustrasi pelantikan

MALANG KOTA – Terkait adanya kepala daerah yang masuk daftar tim sukses pada ajang pemilihan presiden (pilpres), menurut pengamat politik dari Universitas Brawijaya (UB) Wawan Sobari PhD, itu tak masalah. Tidak ada aturan yang dilanggar.

Tentu sepanjang kepala daerah itu tidak menyalahgunakan jabatan dan kekuasaannya untuk mendukung salah satu pasangan calon. ”Misal menggunakan fasilitas negara, mengarahkan, dan mengontrol ASN (aparatur sipil negara, Red),” kata Wawan.

Dia mengakui, memanfaatkan kepala daerah sebagai timses itu cukup efektif. Pengaruh untuk mendulang suara begitu besar. Sebab, para kepala daerah itu sudah punya modal kantong suara saat menjalani pilkada sebelumnya. Para pendukung dari para kepala daerah itu sudah jelas.

”Mereka bisa mengaktifkan simpul-simpul dukungan dan kantong-kantong suara saat pilkada,” imbuhnya.

Terkait kekhawatiran akan terganggunya tugas-tugas pemerintahan, menurut dia, kepala daerah bisa memanfaatkan waktu kampanye di akhir pekan. Ini untuk menghindari kepala daerah mengambil cuti panjang.

”Agar adil, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) harus melakukan pengawasan agar tidak ada penyalahgunaan wewenang,” saran dia.

Pewarta : Irham Thoriq
Editor : Dwi Lindawati
Penyunting : Abdul Muntholib