Pengamalan Nilai Pancasila Pada Generasi Muda

GENERASI muda adalah penerus kepemimpinan bangsa dikemudian hari. Saat ini sangat banyak penurunan akhlak dan moral para pemuda, khususnya di kalangan remaja atau biasa disebut Anak Baru Gede (ABG).

Banyak sekali pemuda yang salah pergaulan atau belum dapat memilih dan memilah pergaulan di era sekarang. Masalahnya, pergaulan yang salah itu muncul karena salah satu akses komunikasi yaitutelepon seluler (ponsel).

Sebenarnya ponsel sangatlah bermanfaat di zaman ini tetapi mereka kebanyakan salah mempergunakan, yang seharusnya hanya digunakan untuk sistem pembelajaran dan komunikasi antar orang tua, teman, dan saudara. Tetapi mereka menyalahgunakan akses tersebut contohnya untuk memainkan game online, penggunaan sosial media yang berlebihan dan terkadang ada juga untuk media berpacaran.

Padahal di usia mereka yang masih sangat muda, seharusnya ditujukan ke pendidikan. Ironisnya, kebanyakan justru salah arah menjadi bucin atau budak cinta. Seharusnya di kalangan ini pemuda dapat menyesuaikan diri atau mulai meluncur kekalangan masyarakat untuk mengerti bagaimana kondisi pemerintahan atau pengurusan dalam negara.

Contohnya bergabung pada keanggotaan karang taruna, pemuda masjid, dan lain sebagainya. Tetapi di zaman ini sangat banyak sekali pemuda yang malas untuk mengikuti kegiatan kegiatan itu mereka lebih mementingkan media sosialnya.

Untuk itu, sangatlah penting penekanan pendidikan yang focus kepada para remaja ABG. Bukan hanya pendidikan di sekolah, tetapi harus ada kegiatan lain yang harus dilakukan untuk mengurangi masalah penggunaan medsos dan pengembalian akhlak dan moral baik untuk pemuda.

Jika tetap seperti ini, bagaimana dengan kepemimpinan Indonesia dimasa selanjutnya? Maka dari itu, kita sebagai orang yang lebih tua harus menasehati, mengajarkan, membimbing dan menjadikan mereka generasi yang berakhlak.

Bimbingan akhlak dan moral saat ini sangatlah penting untuk bangsa. Tanpa adanya akhlak dan moral yang baik kemungkinan besar bangsa ini akan hancur dikemudian hari. Oleh karena itu, perlu kita menanamkan nilai- nilai pancasila dalam kehidupan sehari-hari, seperti: (1) KETUHANAN YANG MAHA ESA, dalam pelaksanaan di setiap bidang wajib adanya landasan oleh iman dan ketaqwaan. Di dalam kehidupan masyarakat Indonesia juga telah berkembang berbagai agama dan kepercayaan terhadap Tuhan YME. Agama dan kepercayaan tersebut telah menjadi budaya batin bangsa yang mendidik kita semua untuk saling menghormati antar sesama anggota masyarakat.

(2) KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB, kesadaran akan kehendak tentang kemanusiaan adalah jiwa yang merasakan bahwa manusia itu ingin selalu berhubungan. Manusia yang satu memerlukan manusia lainnya dan sebaliknya, maka manusia harus bermasyarakat (H.A.W Wijaya 2000:15). Hidup manusia tidak lepas dari hubungan dengan manusia lain , tanpa berhubungan ataupun bermasyarakat manusia tidak dapat memenuhi kebutuhannya. Dengan ini pula manusia disebut dengan makhluk sosial. Dalam sila ini, bangsa Indonesia mengutarakan pentingnya memandang persamaan manusia, seperti persamaan hakikat, martabat, hak, dan kewajiban. Utamanya dalam menggunakan hak azazi manusia.

(3) PERSATUAN INDONESIA , Mengacu pada semboyan bangsa indonesia “Bhineka Tunggal Ika” yang berarti “Berbeda-beda tetapi tetap satu jua” mencerminkan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa kepulauan dengan berbagai kemajemukan di dalamnya dan dapat bersatu. Bangsa Indonesia bukan merupakan bangsa yang terdiri dari satu etnis tertentu saja, Indonesia adalah milik bersama. Dalam memersatukan Indonesia, peran generasi muda juga sangat berpengaruh. Pada sila ini ditanamkan nilai-nilai kesatuan dalam berbangsa, dimana kesatuan itu meliputi: ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya.

(4) KERAKYATAN YANG DIPIMPIN OLEH HIKMAT KEBIJAKSANAAN DALAM PERMUSYAWARATAN PERWAKILAN, Masyarakat Indonesia terdahulu telah mengenal sistem bermusyawarah dalam menyelesaikan masalah-masalah utamanya yang menyangkut kepentingan bersama, pentingnya musyawarah dan mufakat ,H.A.W Widjaja (2000:16) berpendapat bahwa dalam musyawarah dan mufakat kepentingan manusia sebagai pribadi dan masyarakat dijamin. Kepentingan manusia pribadi akan dikalahkan, bila bertentangan dengan kepentingan umum. Kebebasan dijamin sesuai dengan mufakat. Segala sesuatu diambil secara musyawarah dengan mufakat.

(5) KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA, keadilan sosial juga berarti keadilan yang berlaku bagi setiap hubungan masyarakat. Sesama anggota masyarakat adil juga diartikan apabila setiap warga negara dapat menikmati hasil yang sesuai dengan fungsi dan peranannya dalam masyarakat. Dapat dikatakan pula sila keadilan sosial ini melandasi segala ikhtiar dalam upaya terciptanya pemerataan rasa keadilan untuk kepentingan kesejahteraan bersama.

Jika kita memahami nilai-nilai yang terkandung pada setiap sila tersebut, maka kita dikategorikan sebagai negara yang beruntung memiliki pancasila sebagai ideologi bangsa, Namun seiring dengan perkembangan zaman yang modern ini, masyarakat indonesia terkhususnya generasi muda lupa untuk memegang teguh pancasila.

Maka dari itu, Pengamalan nilai-nilai yang terkandung pada setiap sila perlu ditanamkan kembali, melalui penguatan pendidikan pancasila di sekolah maupun ditengah-tengah keluarga yang menjadi sarana dalam usaha untuk mengerti, memahami serta mendalami makna pancasila sebagai kepribadian bangsa indonesia juga mengamalkan pancasila dalam kehidupan sehari-hari dalam bermasyarakat sesuai dengan cita-cita serta tujuan nasional seperti yang tertera pada UUD 1945.

Penulis : Galih Ardi Putra Pratama / 21901091060
Ilustrasi: Rubianto
Penyunting: Fia