Pengakuan Asisten Pelatih Timnas Iran U-23 Usai Kalah dari Indonesia

Atlet Karate Tewas dengan Cara Tragis

Sabtu, 16 November 2019 – 22:52 WIB

Asisten pelatih timnas U-23 Iran Amir Hosein Peirovani (tengah) memberikan keterangan kepada media usai laga persahabatan kontra Iran di Stadion Pakansari, Cibinong, Jawa Barat, Sabtu (16/11). Foto: ANTARA/Michael Siahaan

jpnn.com, CIBINONG – Asisten pelatih Timnas Iran U-23 Amir Hosein Peirovani mengungkap penyebab skuadnya menelan kekalahan dengan skor 1-2 dari Indonesia dalam laga persahabatan di Stadion Pakansari, Cibinong, Jawa Barat, Sabtu (16/11).

Peirovani mengaku timnya kalah karena faktor kelelahan sehingga tampil kurang memuaskan.

“Para pemain kelelahan sehingga kehilangan konsentrasi. Kami pun tampil kurang baik terutama di babak kedua,” kata Amir setelah pertandingan usai.

Menurut dia, Iran bermain lebih bagus dalam laga persahabatan perdana kedua tim di Bali, Rabu (13/11), yang berakhir imbang 1-1.

Selain karena faktor letih, Iran juga menilai kualitas timnas U-23 Indonesia asuhan pelatih Indra Sjafri mengalami peningkatan dari pertandingan pertama di Bali.

Ada dua pemain Indonesia yang dinilainya paling menonjol yaitu Egy Maulana Vikri dan Muhammad Rafli. Rafli membuat total dua gol dan Egy menorehkan satu gol dalam dua pertandingan melawan Iran.

“Nomor 10 (Egy) dan 27 (Rafli) pemain bagus. Saya merasa Indonesia mengalami perkembangan positif,” tutur Amir.

Tim nasional U-23 Indonesia menaklukkan Iran dengan skor 2-1 dalam laga persahabatan yang digelar di Stadion Pakansari, Cibinong, Jawa Barat, Sabtu (16/11).