Pengajian Gus Zain Jadi Simbol Islam Rahmatan Lil Alamin

 

TUMPANG – Ada yang spesial di malam penutupan istighosah akbar rutin Jumat Pahing di Pesantren Pondok Pesantren dan Rehabilitas Az-Zainy (13/5). KH Zain Baik-yang akrab disapa Gus Zain bersama Wakil Bupati Sanusia tampak menari javin diiringi alunan musik grup Al Kawakib, Singosari. Tak hanya itu, sejumlah tokoh Malang yang datang juga didaulat untuk memberikan sambutan.

Pada kesempatan itu, Guz Zain menyampaikan, pengajian yang diselenggarakan di pesantrennya itulah merupakan simbol keislaman yang rahmatan lil alamin. Sebab tidak hanya dari umat Islam saja yang hadir. Ada dari keuskupan Karmel Poncokusumo, Romo Eko, Romo Hero serta beberapa mahasiswa Universitas Kristen Malang. ”Semua umat bisa kumpul di sini menjalin silaturrahim dan saling toleransi, itulah Islam yang rahmatan lil alamin,” ujar Guz Zain di hadapan ribuan jamaah yang hadir.

Sementara itu, Direktur Jawa Pos Radar Malang Kurniawan Muhammad juga mengapresiasi luar biasa pada upaya yang dilakukan Guz Zain dengan rutinan rutinan istighosah rutin Jumat Pahing itu. Sebab, tidak hanya umat seagama saja yang bisa hadir, namun lintas agama juga bisa berdampingan. ”Inilah sesungguhnya forum luar biasa yang bisa menjadi suplemen rohani umat,” ungkapnya.

Sosok Guz Zain dimata orang nomor satu di Jawa Pos Radar Malang itu adalah kyai yang komplit. Dia lantas membeberkan lima jenis kyai versi Abdurrahman Wahid-Gus Dur, mulai dari kyai tutur yang enak ceramahnya, kemudian kyai tandur yang telaten dalam dakwahnya. Selanjutnya ada kyai subur atau banyak hartanya, ada pula kyai catur yang paham politik dan kyai sembur yang doanya mudah dikabulkan. ”Lima jenis kiai itu semuanya ada yang pada Guz Zain,” ungkap dia.



Pewarta: Kisno

Penyunting: Achmad Yani

Fotografer: Bayu Novanta