JawaPos.com- Kuasa Hukum Musa Idishah alias Dodi, tersangka kasus alih fungsi lahan hutan lindung di Kabupaten Langkat menghormati proses hukum yang berlaku. Meski begitu, pihaknya bakal tetap menyiapkan segala berkas-berkas yang diperlukan.

Abdul Hakim Siagian, salah seorang pengacara Dodi mengatakan, saat ini masih merupakan awal penyidikan. Dia memprediksi kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi dalam proses hukum berikutnya.

“Jadi sekarang kami sedang mengumpulkan berkas-berkas yang diminta (polisi),” ujar Abdul Hakim, Selasa (12/2).

Soal dugaan lahan hutan lindung yang dikuasai PT Anugerah Langkat Makmur (ALAM) milik Dodi, pihak kuasa hukum menilik Peraturan Presiden Nomor 88 Tahun 2017. Peraturan itu terkait penyelesaian penguasaan lahan tanah dalam kawasan hutan.

“Ini sudah dikeluarkan pedoman penyelesaian pendudukan kawasan hutan. Di pusat sudah ada timnya dibentuk untuk inventarisasi,” ujarnya.

Dia menambahkan, Dinas Kehutanan Sumut memahami soal fakta dilapangan. Harusnya Dinas kehutanan turun tangan dengan ikut menjelaskan lebih banyak soal kondisi di lapangan.

“Dengan rujukan dan pengetahuan mereka supaya jadi terang benderang (kasus ini),” tukasnya.

Soal kawasan hutan lindung yang diduga dikuasai PT ALAM, Abdul tidak membantah namun juga tidak mengiyakan. Dia hanya merujuk pada pernyataan Dinas Kehutanan jika itu bukanlah kawasan hutan lindung.

“Kami berharap fakta di lapangan, status kawasan membantu agar semua hal menjadi pertanyaan bisa mendapat kepastian,” imbuh Abdul.

Soal temuan senjata api yang ada di rumah Dodi saat penggeledahan, Abdul juga angkat bicara. Dodi adalah Ketua Persatuan Penembak Indonesia (Perbakin) Sumut. Sehingga hal yang lumrah jika Dodi memiliki senpi.

“itu salah satu peralatan mereka. Mudah-mudahan ini bisa dituntaskan. Kami berharap dihargai praduga tidak bersalah. Sebab ini semakin menghangat, prinsip itu harus dijaga,” tandasnya.

Dalam kasus itu, Dodi menjadi tersangka. Terakhir Polisi juga sudah memeriksa 14 saksi. Termasuk Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah alias Ijeck. Polda terus menggali kasus tersebut. Bahkan mereka akan memeriksa saksi-saksi lainnya.

Untuk diketahui, Dodi diduga telah mengubah lebih dari 500 hektare hutan lindung menjadi perkebunan sawit. Lokasinya berada di beberapa kecamatan di Kabupaten Langkat.

Meski berstatus tersangka, Dodi tidak ditahan. Kasus ini pun memicu pergolakan di publik. Desakan kepada pemerintah untuk mengusut kasus lahan di Sumut terus mencuat. Sejumlah gelombang unjuk rasa juga terjadi belakangan ini.

Editor           : Dida Tenola

Reporter      : prayugo utomo