Penerbangan Pertama Tujuan Batam Rawan Penyelundupan Lobster

JawaPos.com – Stasiun Karantina Ikan Pengendali Mutu (SKIPM) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah berhasil mengidentifikasi alur penyelundupan baby lobster ke negara tetangga Singapura. Selain itu, dari kajian selama tiga tahun, juga diketahui ada sindikat besar penyelundup baby lobster.

Kepala SKIPM-KKP, Riza Friatna menjelaskan, jalur udara menjadi rute favorit bagi penyelundup. Dimana mereka menjadikan Bandara Internasional Hang Nadim Batam sebagai destinasi akhir ketika tidak ada rute langsung menuju Singapura.

Ketika baby lobster ini berhasil didaratkan ke Batam, jelas Riza, bisa dipastikan proses penyelundupan hampir berhasil.

“Kalau sudah sampai Batam, sembilan puluh sembilan koma sembilan persen pasti lolos ke Singapura. Penerbangan ke Batam pagi khususnya dari Jakarta jadi perhatian kita. Karena itu pilihan penyelundup,” kata Riza dalam kunjugannya ke Batam, Rabu (13/3).

Kecenderungannya, lanjut Riza, para penyelundup yang telah dimodali oleh bandar ini memanfaatkan penerbangan pertama menuju Batam. Sehingga KKP bersama pihak terkait begitu selektif ketika memeriksa barang-barang yang akan diberangkatkan menuju kota yang berhadapan dengan Singapura ini.

Tidak hanya itu, KKP juga meningkatkan pengawasan di bandara Batam. Sehingga bisa memutus alur penyelundupan lobster yang sangat merugikan ini.

Sementara itu, untuk penyelundupan melalui jalur laut, umumnya para penyelundup melakukannya dari wilayah Pantai Timur Sumatera. Baik itu Lampung, Bengkulu, Jambi, dan daerah penghasil baby lobster lainnya.

Para penyelundup biasanya menggunakan kapal dengan kecepatan tinggi. Mereka juga terkadang membawa baby lobster ini melalui jalur darat melewati Lintas Timur Sumatera, baru kemudian membawanya ke Singapura melalui Riau.

“Biasanya Jambi itu jadi daerah akhir sebelum mereka membawa melalui jalur laut. Dari sana biasanya dibungkus ulang agar lobster tidak mati,” ucapnya mengakhiri.

Editor           : Budi Warsito

Reporter      : Bobi Bani