Peneliti Singapura Ajak Mahasiswa Humaniora UIN Malang Ubah Budaya di Masyarakat

KOTA MALANG – Fakultas Humaniora UIN Malang mendatangkan peneliti ahli bidang cultural studies asal National University of Singapore (NUS), Dr Azhar Ibrahim Alwee. Di kampus UIN, Azhar memberikan kuliah singkat kepada 20 mahasiswa Fakultas Humaniora, serta dua mahasiswa dari Singapura dan dua mahasiswa dari Malaysia.

Mengangkat tajuk “Short Course on Islamic and Cultural Studies”, Azhar mendorong mahasiswa Humaniora agar membuat penelitian yang bisa mengubah kebudayaan masyarakat ke arah yang lebih baik.

“Kita meneliti harus tahu aspek kebudayaan apa yang terjadi saat ini. Merealisasikan kebahasaan berupa text di karya sastra sebagai perubahan peradaban,” tuturnya.

Untuk itu, Azhar menyarakan, agar mahasiswa Humaniora menghindari penelitian terkait pengembangan teori saja. Misalnya analisa novel atau puisi dalam kajian sastra.

“Ketika membaca atau menganalisis novel itu harus ada dampak untuk kebudayan dan kebahasaan suatu masyarakat. Kita harus refleksikan novel tersebut dengan realita yang terjadi pada peradaban saat ini. Harus kritis,” tuturnya.



“Dan akhirnya memberikan saran di penelitian sebagai kontribusi nyata bagi kebahasaan dan kebudayaan,” tuturnya.

Sementara itu, koordinator acara sekaligus sekretaris Jurusan Sastra Inggris Miftahul Huda, MPd mengatakan, short course tersebut berguna bagi mahasiswanya.

“Ya ini bisa memotvasi anak-anak untuk membuat penelitian yang dampaknya nyata bagi masyrakat, tidak hanya analisis novel atau mungkin yang linguistik itu film ya. Yang dampaknya hanya sebatas pengembangan teori,” tuturnya.

Pewarta: Bob Bimantara Leander
Foto: Istimewa
Editor: Indra M