23.4 C
Malang
Rabu, Februari 28, 2024

Siswa SMPIT Insan Permata Terapkan P5

Belajar hingga Beri Sosialisasi tentang Pelestarian Lingkungan

MALANG KOTA – Siswa SMPIT Insan Permata menerapkan materi mengenai lingkungan hidup yang dipelajari dalam Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Sebanyak 73 siswa kelas VIII menerapkan P5 mulai 15-26 Januari lalu.

Koordinator Lapangan P5 Desmond Alim Pratama mengatakan, selama dua pekan mereka menerapkan banyak hal. Pada pekan pertama, mereka menonton video seputar lingkungan hidup, berkunjung ke TPA Supit Urang, dan melakukan presentasi di kelas masing-masing.

Lalu, pekan kedua para siswa menyusun kegiatan untuk adventure class di Jogjakarta. Mereka dibagi menjadi tiga kelompok. Yakni kelompok yang berangkat melalui jalur utara (Surabaya-Jombang-Solo), jalur tengah (Kediri-Sragen), dan selatan (Blitar-Tulungagung atau Trenggalek).

Baca Juga:  Kejar Target RTH lewat PSU, Ini Luasan Ruang Terbuka Hijau Perkotaan

”Selama perjalanan, mereka singgah ke beberapa tempat. Misalnya saja alun-alun, kantor DLH (dinas lingkungan hidup), hingga SD setempat,” jelas Desmond.

OLAH SAMPAH: Siswa SMPIT Insan Permata belajar mengolah sampah organik dan anorganik di halaman sekolah. (SMPIT Insan Permata for Radar Malang)

Selain itu, lanjut Desmond, seluruh siswa juga melakukan kegiatan lainnya. Sebagai contoh, saat singgah ke sekolah dasar setempat, mereka melakukan sosialisasi ke siswa mengenai upaya untuk melestarikan lingkungan. Demikian pula saat mengunjungi kantor DLH, siswa mempelajari pengolahan sampah yang ada di daerah lain.

”Siswa juga membuat semacam vlog yang memuat wawancara dan eksperimen sosial di tempat yang dikunjungi,” imbuh dia.

Lebih lanjut, pihak sekolah berharap agar anak-anak lebih memiliki kepedulian terhadap lingkungan setelah mengikuti P5. Bukan hanya bagaimana bertutur, tapi juga secara perilaku.

Baca Juga:  436 Siswa Sekolah Sabilillah Beradu Kemampuan di Olimpiade Virtual

Sementara itu, Ketua OSIS SMPIT Insan Permata Muhammad Sayyidin Panata Gama mengaku banyak hal yang dipelajari selama mengikuti P5. Mulai mengolah, memilah, hingga melihat langsung proses pengolahan sampah di TPA Supit Urang. Kemudian, pembelajaran mengenai tentang biopori serta kompos juga jadi hal yang bermanfaat.

”Kalau untuk adventure class saya ke bagian jalur utara,” ungkap Sayid.

Selama perjalanan, kelompoknya sempat mampir ke Stasiun Gubeng untuk melihat pengolahan sampah di sana. Kemudian, mereka mengunjungi SDN Banaran 2 di Kertosono dalam rangka memberi sosialisasi kepada siswa-siswi di sana mengenai pelestarian lingkungan yang sudah dipelajari dua pekan. Selain itu, mereka mewawancarai sejumlah petugas kebersihan di Masjid Sheikh Zayed Surakarta. (mel/adn)

Belajar hingga Beri Sosialisasi tentang Pelestarian Lingkungan

MALANG KOTA – Siswa SMPIT Insan Permata menerapkan materi mengenai lingkungan hidup yang dipelajari dalam Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Sebanyak 73 siswa kelas VIII menerapkan P5 mulai 15-26 Januari lalu.

Koordinator Lapangan P5 Desmond Alim Pratama mengatakan, selama dua pekan mereka menerapkan banyak hal. Pada pekan pertama, mereka menonton video seputar lingkungan hidup, berkunjung ke TPA Supit Urang, dan melakukan presentasi di kelas masing-masing.

Lalu, pekan kedua para siswa menyusun kegiatan untuk adventure class di Jogjakarta. Mereka dibagi menjadi tiga kelompok. Yakni kelompok yang berangkat melalui jalur utara (Surabaya-Jombang-Solo), jalur tengah (Kediri-Sragen), dan selatan (Blitar-Tulungagung atau Trenggalek).

Baca Juga:  Tiga Kampus Jadi Tuan Rumah Pekan Seni

”Selama perjalanan, mereka singgah ke beberapa tempat. Misalnya saja alun-alun, kantor DLH (dinas lingkungan hidup), hingga SD setempat,” jelas Desmond.

OLAH SAMPAH: Siswa SMPIT Insan Permata belajar mengolah sampah organik dan anorganik di halaman sekolah. (SMPIT Insan Permata for Radar Malang)

Selain itu, lanjut Desmond, seluruh siswa juga melakukan kegiatan lainnya. Sebagai contoh, saat singgah ke sekolah dasar setempat, mereka melakukan sosialisasi ke siswa mengenai upaya untuk melestarikan lingkungan. Demikian pula saat mengunjungi kantor DLH, siswa mempelajari pengolahan sampah yang ada di daerah lain.

”Siswa juga membuat semacam vlog yang memuat wawancara dan eksperimen sosial di tempat yang dikunjungi,” imbuh dia.

Lebih lanjut, pihak sekolah berharap agar anak-anak lebih memiliki kepedulian terhadap lingkungan setelah mengikuti P5. Bukan hanya bagaimana bertutur, tapi juga secara perilaku.

Baca Juga:  ASN Pemkot Batu Bersihkan Sampah di Sungai

Sementara itu, Ketua OSIS SMPIT Insan Permata Muhammad Sayyidin Panata Gama mengaku banyak hal yang dipelajari selama mengikuti P5. Mulai mengolah, memilah, hingga melihat langsung proses pengolahan sampah di TPA Supit Urang. Kemudian, pembelajaran mengenai tentang biopori serta kompos juga jadi hal yang bermanfaat.

”Kalau untuk adventure class saya ke bagian jalur utara,” ungkap Sayid.

Selama perjalanan, kelompoknya sempat mampir ke Stasiun Gubeng untuk melihat pengolahan sampah di sana. Kemudian, mereka mengunjungi SDN Banaran 2 di Kertosono dalam rangka memberi sosialisasi kepada siswa-siswi di sana mengenai pelestarian lingkungan yang sudah dipelajari dua pekan. Selain itu, mereka mewawancarai sejumlah petugas kebersihan di Masjid Sheikh Zayed Surakarta. (mel/adn)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/