30.3 C
Malang
Selasa, Februari 13, 2024

PPKM Sudah Level 2, SMA Putuskan Gelar PTM 100 Persen. Semoga SD-SMP Menyusul

MALANG KOTA- Turunnya level pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Kota Malang ke level 2 menjadi angin segar bagi satuan pendidikan jenjang SMA. Pasalnya, hingga saat ini SMA masih menerapkan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas yakni 50 persen.

Berbeda dengan satuan pendidikan jenjang SD dan SMP yang sudah bisa melakukan PTM 100 persen sejak dua pekan lalu. Namun, kebijakan itu tak lama lagi akan berubah seiring perubahan status PPKM Kota Malang dari level 3 menjadi level dua

Sebab, mulai pekan depan SMA akan memulai kebijakan baru untuk menerapkan PTM 100 persen. Sebenarnya, PTM yang akan dilakukan nanti tidak sepenuhnya 100 persen. Pasalnya, kelas 12 saat telah banyak melakukan kegiatannya di rumah. Hal itu dikarenakan semua proses ujian dan pembelajaran untuk kelas 12 telah usai.

Saat ini siswa yang akan segera menjadi alumni itu tengah fokus mempersiapkan ujian tulis berbasis computer (UTBK). Untuk itu, pekan depan hanya ada kelas 10 dan kelas 11 saja. Hal ini dibenarkan oleh Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Negeri Kota Malang Anis Isrofin.

Baca Juga:  Cegah Pelanggaran Pencairan THR, Disnaker-PMPTSP Buka Posko Pengaduan di MPP

Perempuan yang akrab disapa Anis itu mengatakan, PTM yang akan dilakukan mulai Senin pekan depan itu sebenarnya PTM 75 persen. Sebab, kelas 12 saat ini tengah fokus mempersiapkan UTBK dengan melakukan bimbingan-bimbingan online dari rumah. “Itulah sebabnya saya katakan PTM ini merupakan PTM 75 persen. Karena kelas 12 juga hanya masuk sekolah pada hari Jumat dan Sabtu saja untuk bimbingan UTBK dari sekolah,” ujarnya.

Anis mengatakan kebijakan penambahan kuota ini berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri. Selama dua pekan ini tidak ada laporan konfirmasi Covid-19 di kalangan siswa. Dirinya berharap kondisi ini akan tetap terjaga. Untuk itu, dalam menerapkan PTM 100 persen nantinya ia akan lebih mengetati penerapan prokes. Sebab, itulah ikhtiar utama dalam menjaga kondusivitas dari Covid-19. “Untuk skema 50 persen akan berakhir besok (Jumat hari ini, red). Saat ini masih berjalan sistem ganjil genap. Jadi pekan ini adalah giliran absen genap yang mengikuti PTM di sekolah,” ungkapnya.

Baca Juga:  Besok, Nama-nama Pemenang Try Out Diumumkan 

Kebijakan yang sama juga akan diterapkan SMAN 4 Malang. Kepala SMAN 4 Malang Husnul Chotimah mengatakan dirinya juga akan langsung menerapkan PTM 100 persen pada Senin mendatang. Sama dengan SMAN 8 Malang, saat ini kelas 12 juga tengah melakukan persiapan UTBK di rumah. Untuk itu, nantinya hanya akan kelas 10 dan 11 saja yang hadir di sekolah. “Jumlah kelas 10 dan kelas 11 dirasa masih aman. Sebab, sekalipun 100 persen, tidak benar-benar 100 persen,” tandas dia. (dre/abm)

 

MALANG KOTA- Turunnya level pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Kota Malang ke level 2 menjadi angin segar bagi satuan pendidikan jenjang SMA. Pasalnya, hingga saat ini SMA masih menerapkan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas yakni 50 persen.

Berbeda dengan satuan pendidikan jenjang SD dan SMP yang sudah bisa melakukan PTM 100 persen sejak dua pekan lalu. Namun, kebijakan itu tak lama lagi akan berubah seiring perubahan status PPKM Kota Malang dari level 3 menjadi level dua

Sebab, mulai pekan depan SMA akan memulai kebijakan baru untuk menerapkan PTM 100 persen. Sebenarnya, PTM yang akan dilakukan nanti tidak sepenuhnya 100 persen. Pasalnya, kelas 12 saat telah banyak melakukan kegiatannya di rumah. Hal itu dikarenakan semua proses ujian dan pembelajaran untuk kelas 12 telah usai.

Saat ini siswa yang akan segera menjadi alumni itu tengah fokus mempersiapkan ujian tulis berbasis computer (UTBK). Untuk itu, pekan depan hanya ada kelas 10 dan kelas 11 saja. Hal ini dibenarkan oleh Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Negeri Kota Malang Anis Isrofin.

Baca Juga:  1250 Siswa SMAK Kosayu Dilirik Kampus Nasional dan Internasional

Perempuan yang akrab disapa Anis itu mengatakan, PTM yang akan dilakukan mulai Senin pekan depan itu sebenarnya PTM 75 persen. Sebab, kelas 12 saat ini tengah fokus mempersiapkan UTBK dengan melakukan bimbingan-bimbingan online dari rumah. “Itulah sebabnya saya katakan PTM ini merupakan PTM 75 persen. Karena kelas 12 juga hanya masuk sekolah pada hari Jumat dan Sabtu saja untuk bimbingan UTBK dari sekolah,” ujarnya.

Anis mengatakan kebijakan penambahan kuota ini berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri. Selama dua pekan ini tidak ada laporan konfirmasi Covid-19 di kalangan siswa. Dirinya berharap kondisi ini akan tetap terjaga. Untuk itu, dalam menerapkan PTM 100 persen nantinya ia akan lebih mengetati penerapan prokes. Sebab, itulah ikhtiar utama dalam menjaga kondusivitas dari Covid-19. “Untuk skema 50 persen akan berakhir besok (Jumat hari ini, red). Saat ini masih berjalan sistem ganjil genap. Jadi pekan ini adalah giliran absen genap yang mengikuti PTM di sekolah,” ungkapnya.

Baca Juga:  Bantuan Hukum Bagi Warga Miskin Kini Makin Mudah

Kebijakan yang sama juga akan diterapkan SMAN 4 Malang. Kepala SMAN 4 Malang Husnul Chotimah mengatakan dirinya juga akan langsung menerapkan PTM 100 persen pada Senin mendatang. Sama dengan SMAN 8 Malang, saat ini kelas 12 juga tengah melakukan persiapan UTBK di rumah. Untuk itu, nantinya hanya akan kelas 10 dan 11 saja yang hadir di sekolah. “Jumlah kelas 10 dan kelas 11 dirasa masih aman. Sebab, sekalipun 100 persen, tidak benar-benar 100 persen,” tandas dia. (dre/abm)

 

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/