31.4 C
Malang
Minggu, April 7, 2024

Plong, Tunjangan Profesi Guru SMA/SMK Akhirnya Cair

MALANG KOTA – Penantian para guru SMA/SMK menunggu pencairan Tunjangan Profesi Guru (TPG) akhirnya terjawab. Mulai Senin lalu (15/5), Surat Keterangan Tunjangan Profesi (SKTP) untuk pencairan TPG telah diterbitkan Pemprov Jawa  Timur.

Artinya dalam waktu dekat guru SMA/SMK di Kota Malang dan Kota Batu akan cair. Salah seorang guru SMA Negeri Kota Malang Bunga (bukan nama sebenarnya) mengaku langsung berkomunikasi dengan guru-guru lainnya.

”Beberapa guru yang saya tanya juga SKTP-nya terbit tadi pagi (kemarin),” ucapnya.

Bunga mengaku lega karena sangat bergantung pada TPG untuk memenuhi kebutuhan. Meski pencairannya masih entah kapan, setidaknya kabar menerima TPG itu sudah dia kantongi.

Sebelumnya, TPG triwulan pertama tahun 2023 seharusnya cair sebelum Lebaran atau 22 April lalu. Sebab pencairannya juga diikuti pemberian THR sebesar 50 persen dari besaran TPG yang diterima. Pencariannya pun dilakukan saat itu juga.

Baca Juga:  Vaksinasi Polkesma Jangkau 102 Ribu Warga

Namun, guru-guru di Kota Malang dan Kota Batu tak mendapat jatah yang sama. Bahkan, SKTP pun tak kunjung terbit selama tiga pekan terakhir.

”Kalau SKTP belum terbit kami masih waswas karena kami salah apa,” ucap Bunga.

Ya, sebelumnya sejumlah guru mengalami keterlambatan yang lebih parah. Yakni sejak triwulan ketiga dan keempat tahun 2022 lalu. Namun, mulai Senin lalu (15/5) TPG sudah dicairkan.

”Jadi hari Senin kemarin ada yang sudah cair sekaligus untuk dua triwulan yang telat itu,” jelas dia.

TPG merupakan tunjangan yang diberikan kepada guru yang telah memiliki sertifikat pendidik. Tunjangan itu diberikan setiap tiga bulan sekali.

Di tempat lain, Kepala Seksi SMA Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus (PK-PLK) Cabang Dinas (Cabdin) Pendidikan Jawa Timur Wilayah Kota Malang dan Batu M Asrofi mengatakan, keterlambatan pencairan TPG dan penerbitan SKTP itu disebabkan karena beberapa prosedur yang harus dilalui. Sebab, kapasitas cabdin hanya menghimpun pemberkasan yang kemudian disetorkan kepada Dinas Pendidikan Provinsi Jatim.

Baca Juga:  SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen Lepas 470 Wisudawan

”Selanjutnya untuk penerbitan SKTP merupakan wewenang Kemendikbudristek,” ujarnya. (dre/adn)

MALANG KOTA – Penantian para guru SMA/SMK menunggu pencairan Tunjangan Profesi Guru (TPG) akhirnya terjawab. Mulai Senin lalu (15/5), Surat Keterangan Tunjangan Profesi (SKTP) untuk pencairan TPG telah diterbitkan Pemprov Jawa  Timur.

Artinya dalam waktu dekat guru SMA/SMK di Kota Malang dan Kota Batu akan cair. Salah seorang guru SMA Negeri Kota Malang Bunga (bukan nama sebenarnya) mengaku langsung berkomunikasi dengan guru-guru lainnya.

”Beberapa guru yang saya tanya juga SKTP-nya terbit tadi pagi (kemarin),” ucapnya.

Bunga mengaku lega karena sangat bergantung pada TPG untuk memenuhi kebutuhan. Meski pencairannya masih entah kapan, setidaknya kabar menerima TPG itu sudah dia kantongi.

Sebelumnya, TPG triwulan pertama tahun 2023 seharusnya cair sebelum Lebaran atau 22 April lalu. Sebab pencairannya juga diikuti pemberian THR sebesar 50 persen dari besaran TPG yang diterima. Pencariannya pun dilakukan saat itu juga.

Baca Juga:  Uniwara Pasuruan, Usung Misi Semua Bisa Kuliah

Namun, guru-guru di Kota Malang dan Kota Batu tak mendapat jatah yang sama. Bahkan, SKTP pun tak kunjung terbit selama tiga pekan terakhir.

”Kalau SKTP belum terbit kami masih waswas karena kami salah apa,” ucap Bunga.

Ya, sebelumnya sejumlah guru mengalami keterlambatan yang lebih parah. Yakni sejak triwulan ketiga dan keempat tahun 2022 lalu. Namun, mulai Senin lalu (15/5) TPG sudah dicairkan.

”Jadi hari Senin kemarin ada yang sudah cair sekaligus untuk dua triwulan yang telat itu,” jelas dia.

TPG merupakan tunjangan yang diberikan kepada guru yang telah memiliki sertifikat pendidik. Tunjangan itu diberikan setiap tiga bulan sekali.

Di tempat lain, Kepala Seksi SMA Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus (PK-PLK) Cabang Dinas (Cabdin) Pendidikan Jawa Timur Wilayah Kota Malang dan Batu M Asrofi mengatakan, keterlambatan pencairan TPG dan penerbitan SKTP itu disebabkan karena beberapa prosedur yang harus dilalui. Sebab, kapasitas cabdin hanya menghimpun pemberkasan yang kemudian disetorkan kepada Dinas Pendidikan Provinsi Jatim.

Baca Juga:  Serentak, Polinema Gelar 3 Acara Berlevel Nasional dan Internasional

”Selanjutnya untuk penerbitan SKTP merupakan wewenang Kemendikbudristek,” ujarnya. (dre/adn)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/