22.9 C
Malang
Jumat, Februari 9, 2024

2.022 Pelajar Kabupaten Malang Bawakan Tari Bapang Massal

 

MALANG KABUPATEN – Lapangan Desa Pakisaji, Kabupaten Malang dipenuhi ribuan siswa SD dan SMP, kemarin pagi. Total ada 2.022 pelajar yang memenuhi setiap sudut lapangan. Dengan kompak mereka tampil dalam Gebyar Tari Bapang Malang.

Sebelum pertunjukan massal itu dimulai, para pelajar yang berpakaian serba merah dan hitam mengikuti kirab dari Kolam Renang Karangduren Ceria. Ketua Panitia Gebyar Tari Bapang Malang Suyono mengatakan, acara tersebut juga sebagai pembelajaran dari kurikulum merdeka belajar.

Sehingga, pelajar yang gemar menari diberi kebebasan untuk mempelajarinya. ”Selain itu, kegiatan ini juga untuk mendorong anak-anak agar dapat melestarikan Tari Bapang,” kata dia. Sebab, Kecamatan Pakisaji menjadi pusat pembelajaran tarian itu. Di Dusun Kedungmonggo, Desa Karangpandan terdapat Sanggar Seni Topeng Malang yang bernama Asmorobangun.

Baca Juga:  Tingkatkan Peran Guru BK, Dosen UM Gelar Pelatihan Konseling WDEP

Untuk diketahui, bapang merupakan salah satu tokoh dalam topeng Malangan yang memiliki karakter gagah. Itu ditunjukkan pada gerakan tari yang terlihat bersemangat. Ada beberapa upaya lain yang dilakukan warga Pakisaji untuk mendukung pelestarian Tari Bapang. ”Setiap lembaga (pendidikan) sudah ada ekstrakurikuler tari. Senamnya pun dikemas dalam bentuk tari,” imbuh Suyono.

Agar Tari Bapang tetap lestari, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang Purwoto menyarankan agar Gebyar Tari Bapang Malang bisa digelar secara rutin. ”Kami berharap seperti itu, juga bisa terpublikasi lebih masif lagi,” kata dia.

Bila terealisasi, dia yakin animo wisatawan dari luar Kecamatan Pakisaji bakal meningkat. ”Jika ada publikasi, setidaknya beberapa bulan sebelumnya, maka berpotensi mendatangkan wisatawan dari luar untuk menunjukkan hebatnya kesenian di Pakisaji,” imbuhnya.

Baca Juga:  Pakar Perairan: Perlu Aplikasi Khusus Pantau Kondisi Saluran Air

Terlebih, di Kecamatan Pakisaji ada jejak maestro topeng Malangan Mbah Karimun. ”Bisa juga diadakan ketika haul Mbah Karimun atau hari jadinya Sanggar Asmorobangun,” imbuh pejabat eselon II B itu.

Dia memastikan bila pemkab bakal mendukung penuh kegiatan-kegiatan seni dan budaya. (yun/by)

 

MALANG KABUPATEN – Lapangan Desa Pakisaji, Kabupaten Malang dipenuhi ribuan siswa SD dan SMP, kemarin pagi. Total ada 2.022 pelajar yang memenuhi setiap sudut lapangan. Dengan kompak mereka tampil dalam Gebyar Tari Bapang Malang.

Sebelum pertunjukan massal itu dimulai, para pelajar yang berpakaian serba merah dan hitam mengikuti kirab dari Kolam Renang Karangduren Ceria. Ketua Panitia Gebyar Tari Bapang Malang Suyono mengatakan, acara tersebut juga sebagai pembelajaran dari kurikulum merdeka belajar.

Sehingga, pelajar yang gemar menari diberi kebebasan untuk mempelajarinya. ”Selain itu, kegiatan ini juga untuk mendorong anak-anak agar dapat melestarikan Tari Bapang,” kata dia. Sebab, Kecamatan Pakisaji menjadi pusat pembelajaran tarian itu. Di Dusun Kedungmonggo, Desa Karangpandan terdapat Sanggar Seni Topeng Malang yang bernama Asmorobangun.

Baca Juga:  UM Kenalkan Nano Microbubble Aerator pada Peternak Lele di Lumajang

Untuk diketahui, bapang merupakan salah satu tokoh dalam topeng Malangan yang memiliki karakter gagah. Itu ditunjukkan pada gerakan tari yang terlihat bersemangat. Ada beberapa upaya lain yang dilakukan warga Pakisaji untuk mendukung pelestarian Tari Bapang. ”Setiap lembaga (pendidikan) sudah ada ekstrakurikuler tari. Senamnya pun dikemas dalam bentuk tari,” imbuh Suyono.

Agar Tari Bapang tetap lestari, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang Purwoto menyarankan agar Gebyar Tari Bapang Malang bisa digelar secara rutin. ”Kami berharap seperti itu, juga bisa terpublikasi lebih masif lagi,” kata dia.

Bila terealisasi, dia yakin animo wisatawan dari luar Kecamatan Pakisaji bakal meningkat. ”Jika ada publikasi, setidaknya beberapa bulan sebelumnya, maka berpotensi mendatangkan wisatawan dari luar untuk menunjukkan hebatnya kesenian di Pakisaji,” imbuhnya.

Baca Juga:  Tiga Bulan Nyawa 17 Warga Kota Batu Terengut Covid-19

Terlebih, di Kecamatan Pakisaji ada jejak maestro topeng Malangan Mbah Karimun. ”Bisa juga diadakan ketika haul Mbah Karimun atau hari jadinya Sanggar Asmorobangun,” imbuh pejabat eselon II B itu.

Dia memastikan bila pemkab bakal mendukung penuh kegiatan-kegiatan seni dan budaya. (yun/by)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/