26.1 C
Malang
Kamis, Februari 8, 2024

Psikologi Melekat pada Kehidupan Manusia, Membantu Mereka Jadi Bahagia

Mengenal Lebih Dekat Prof Dr Fattah Hanurawan MSi, Guru Besar Psikologi Universitas Negeri Malang
Psikologi merupakan bidang ilmu yang mempelajari setengah manusia. Sedangkan setengahnya lagi dipelajari dalam bidang ilmu kesehatan. Psikologi juga berhubungan erat dengan mental dan perilaku manusia, sehingga mencakup soal klinis, pendidikan, hingga perkembangan.
……………………………………………..
“Menjadi sangat rugi ketika seseorang yang belajar ilmu psikologi malah tidak bahagia. Apalagi pada hakikatnya, kebahagiaan bisa diciptakan.”

Quote itu dilontarkan Prof Dr Fattah Hanurawan MSi saat berbincang tentang ilmu psikologi dan kehidupan manusia, Senin (12/6). “Sejak pagi sudah tersenyum, itu membuat efek positif dalam diri. Sehingga jika terakumulasi maka kebahagiaan akan melekat pada diri seseorang,” ujarnya.

Baca Juga:  Dua Kampus Bisa Raup Uang Gedung Rp 500 Miliar

Efek-efek positif tersebut juga dapat diciptakan dengan teori perbandingan. Caranya, dengan membandingkan dapat memberikan efek negatif maupun positif. Dia mencontohkan, misalnya seseorang yang terlalu melihat keatas atau melihat orang lain dengan kehidupan lebih, maka dia pun akan selalu merasa kurang.

“Sebenarnya jangan membandingkan jika tidak sangat diperlukan, tetapi kalau terpaksa membandingkan maka bandingkanlah dengan yang lebih rendah,” kata dia. “Tujuannya agar seseorang lebih bersyukur dan tidak selalu merasa kurang dalam hidupnya,” sambungnya.

Mengenal Lebih Dekat Prof Dr Fattah Hanurawan MSi, Guru Besar Psikologi Universitas Negeri Malang
Psikologi merupakan bidang ilmu yang mempelajari setengah manusia. Sedangkan setengahnya lagi dipelajari dalam bidang ilmu kesehatan. Psikologi juga berhubungan erat dengan mental dan perilaku manusia, sehingga mencakup soal klinis, pendidikan, hingga perkembangan.
……………………………………………..
“Menjadi sangat rugi ketika seseorang yang belajar ilmu psikologi malah tidak bahagia. Apalagi pada hakikatnya, kebahagiaan bisa diciptakan.”

Quote itu dilontarkan Prof Dr Fattah Hanurawan MSi saat berbincang tentang ilmu psikologi dan kehidupan manusia, Senin (12/6). “Sejak pagi sudah tersenyum, itu membuat efek positif dalam diri. Sehingga jika terakumulasi maka kebahagiaan akan melekat pada diri seseorang,” ujarnya.

Baca Juga:  Lagi, Unikama Raih Hibah Tracer Study

Efek-efek positif tersebut juga dapat diciptakan dengan teori perbandingan. Caranya, dengan membandingkan dapat memberikan efek negatif maupun positif. Dia mencontohkan, misalnya seseorang yang terlalu melihat keatas atau melihat orang lain dengan kehidupan lebih, maka dia pun akan selalu merasa kurang.

“Sebenarnya jangan membandingkan jika tidak sangat diperlukan, tetapi kalau terpaksa membandingkan maka bandingkanlah dengan yang lebih rendah,” kata dia. “Tujuannya agar seseorang lebih bersyukur dan tidak selalu merasa kurang dalam hidupnya,” sambungnya.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/