22.7 C
Malang
Sabtu, Februari 10, 2024

FMIPA UM Latih PKK Desa Langon Produksi Black Garlic untuk Anti Oksidan

BLITAR- Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Negeri Malang (UM) terus melebarkan sayap kebermanfaatannya. Kali ini dosen dan mahasiswa Bioteknologi Fakultas MIPA menggelar pelatihan pembuatan black garlic dari bawang putih untuk antioksidan di Desa Langon, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar. Acara tersebut digelar Sabtu (10/6) lalu.

Sulik, ketua PKK Desa Langon menyampaikan, tanaman bawang putih sangat mudah dijumpai di desa ini. Hanya saja, pemanfaatannya masih sangat terbatas, hanya sebagai bumbu masak saja. Karena jika dimakan mentah, aromanya sangat kuat dan menyengat. Padahal, bawang putih mengandung antioksi dan vitamin C, serat, protein, mangan, selenium, dan kalsium yang sangat dibutuhkan tubuh untuk mencegah penyakit kanker. Sekaligus meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Baca Juga:  BPBD Sterilisasi Gedung Dewan dan Balai Kota Malang

Karena itulah, tim PKM yang diketuai oleh Ratna Juwita PhD ini melakukan inovasi dengan membuat fermentasi bawang putih menjadi black garlic. Dengan olahan itu, maka dapat dikonsumsi secara sebagai camilan. “Inovasi ini kami lakukan karena bawang putih kaya kandungan vitamin dan mineral, namun masyarakat masih enggan mengkonsumsi karena rasa getir dan tajam,” ungkapnya. “Dengan inovasi menjadi black garlic menjadi olahan seperti jelly, maka rasanya enak,” tambah dia.

Pelatihan black garlic tersebut juga memberikan ide baru kepada ibu-ibu PKK dalam berwirausaha. Mereka juga tampak sangat antusias mengikuti kegiatan pelatihan dan pembimbingan. Itu terlihat dari berbagai pertanyaan yang diajukan oleh para peserta pelatihan. (Jprm3/nen)

BLITAR- Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Negeri Malang (UM) terus melebarkan sayap kebermanfaatannya. Kali ini dosen dan mahasiswa Bioteknologi Fakultas MIPA menggelar pelatihan pembuatan black garlic dari bawang putih untuk antioksidan di Desa Langon, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar. Acara tersebut digelar Sabtu (10/6) lalu.

Sulik, ketua PKK Desa Langon menyampaikan, tanaman bawang putih sangat mudah dijumpai di desa ini. Hanya saja, pemanfaatannya masih sangat terbatas, hanya sebagai bumbu masak saja. Karena jika dimakan mentah, aromanya sangat kuat dan menyengat. Padahal, bawang putih mengandung antioksi dan vitamin C, serat, protein, mangan, selenium, dan kalsium yang sangat dibutuhkan tubuh untuk mencegah penyakit kanker. Sekaligus meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Baca Juga:  Sepi Pengguna, E-Parking Gajayana Malang Tutup Sementara

Karena itulah, tim PKM yang diketuai oleh Ratna Juwita PhD ini melakukan inovasi dengan membuat fermentasi bawang putih menjadi black garlic. Dengan olahan itu, maka dapat dikonsumsi secara sebagai camilan. “Inovasi ini kami lakukan karena bawang putih kaya kandungan vitamin dan mineral, namun masyarakat masih enggan mengkonsumsi karena rasa getir dan tajam,” ungkapnya. “Dengan inovasi menjadi black garlic menjadi olahan seperti jelly, maka rasanya enak,” tambah dia.

Pelatihan black garlic tersebut juga memberikan ide baru kepada ibu-ibu PKK dalam berwirausaha. Mereka juga tampak sangat antusias mengikuti kegiatan pelatihan dan pembimbingan. Itu terlihat dari berbagai pertanyaan yang diajukan oleh para peserta pelatihan. (Jprm3/nen)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/