25.9 C
Malang
Rabu, Februari 28, 2024

86 Siswa PAUD Belajar Mitigasi Gempa

MALANG KOTA – Sebanyak 86 siswa PAUD Omah Bocah Annaafi’ kompak bersembunyi di bawah meja tempat mereka belajar, kemarin. Sebagian siswa juga sigap mengambil tas kemudian mengangkatnya untuk melindungi kepala. Mereka bukan tengah bermain, melainkan belajar mitigasi bencana gempa bumi.

Dengan tingkah yang menggemaskan, mereka mengikuti instruksi dari petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang. Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Kota Malang Khabibah mengatakan, puluhan siswa PAUD itu sengaja diajak belajar mitigasi bencana karena beberapa waktu terakhir terjadi gempa bumi.

”Untuk itu siswa PAUD perlu dibekali kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai bencana alam itu. Mulai dari gempa, tsunami, dan sebagainya,” ucapnya.

Baca Juga:  Bawa Misi Ratakan Pendidikan, Uniwara Siapkan Banyak Beasiswa

Khabibah menyebut kesiapsiagaan bencana terutama gempa itu perlu dilatih sejak dini kepada anak-anak. Tujuannya supaya kesiapan anak secara psikis dalam menghadapi bencana bisa terlatih.

Sementara itu, Kepala PAUD Omah Bocah Annaafi’ Evi Widiya Sukmawati mengatakan, simulasi sigap gempa itu tidak hanya penting bagi anak-anak. Melainkan juga bagi para guru. Sebab, pada saat terjadi gempa, guru tentu punya peran yang lebih besar dalam turut mengarahkan anak-anak melindungi diri dan melakukan evakuasi.

”Sehingga hari ini (kemarin) tidak hanya anak-anak yang belajar. Namun, gurunya juga,” ujarnya.

Evi menyebut kegiatan sigap gempa itu baru pertama kali dilakukan. Dirinya berencana untuk mengagendakan kegiatan serupa setiap tahun ke depannya. Namun, dengan tema yang berbeda-beda.

Baca Juga:  Gelar Lomba Yel-Yel Aremania hingga Launching PSC 119

”Kalau saat ini kan tema kita gempa. Mungkin tahun depan banjir,” ujarnya.

Dalam kegiatan simulasi itu, anak-anak usia dini itu diajarkan bagaimana melindungi saat terjadi gempa. Di antaranya dengan menggunakan tangan, tas ransel, kursi, dan berlindung di kolong meja. Terakhir, anak-anak juga diajarkan bagaimana prosedur evakuasi menuju titik kumpul. (dre/adn)

MALANG KOTA – Sebanyak 86 siswa PAUD Omah Bocah Annaafi’ kompak bersembunyi di bawah meja tempat mereka belajar, kemarin. Sebagian siswa juga sigap mengambil tas kemudian mengangkatnya untuk melindungi kepala. Mereka bukan tengah bermain, melainkan belajar mitigasi bencana gempa bumi.

Dengan tingkah yang menggemaskan, mereka mengikuti instruksi dari petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang. Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Kota Malang Khabibah mengatakan, puluhan siswa PAUD itu sengaja diajak belajar mitigasi bencana karena beberapa waktu terakhir terjadi gempa bumi.

”Untuk itu siswa PAUD perlu dibekali kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai bencana alam itu. Mulai dari gempa, tsunami, dan sebagainya,” ucapnya.

Baca Juga:  Jangan Andalkan Pemerintah, Merawat Orang Tua Harus Dimulai dari Keluarga

Khabibah menyebut kesiapsiagaan bencana terutama gempa itu perlu dilatih sejak dini kepada anak-anak. Tujuannya supaya kesiapan anak secara psikis dalam menghadapi bencana bisa terlatih.

Sementara itu, Kepala PAUD Omah Bocah Annaafi’ Evi Widiya Sukmawati mengatakan, simulasi sigap gempa itu tidak hanya penting bagi anak-anak. Melainkan juga bagi para guru. Sebab, pada saat terjadi gempa, guru tentu punya peran yang lebih besar dalam turut mengarahkan anak-anak melindungi diri dan melakukan evakuasi.

”Sehingga hari ini (kemarin) tidak hanya anak-anak yang belajar. Namun, gurunya juga,” ujarnya.

Evi menyebut kegiatan sigap gempa itu baru pertama kali dilakukan. Dirinya berencana untuk mengagendakan kegiatan serupa setiap tahun ke depannya. Namun, dengan tema yang berbeda-beda.

Baca Juga:  November, Kampus Malang Mulai Gelar Kuliah Tatap Muka

”Kalau saat ini kan tema kita gempa. Mungkin tahun depan banjir,” ujarnya.

Dalam kegiatan simulasi itu, anak-anak usia dini itu diajarkan bagaimana melindungi saat terjadi gempa. Di antaranya dengan menggunakan tangan, tas ransel, kursi, dan berlindung di kolong meja. Terakhir, anak-anak juga diajarkan bagaimana prosedur evakuasi menuju titik kumpul. (dre/adn)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/