28.4 C
Malang
Jumat, April 5, 2024

Waspadai Joki UTBK, Pasang Pendeteksi Metal

 

MALANG KOTA – Sistem keamanan menjadi salah satu fokus utama dua kampus yang menjadi tempat ujian tulis berbasis komputer-seleksi nasional berbasis tes (UTBK-SNBT). Universitas Negeri Malang (UM) dan Universitas Brawijaya (UB) tak ingin kecolongan dengan praktik perjokian.

Untuk itu, Rektor UM Prof Dr Hariyono MPd menekankan kepada semua panitia yang terlibat untuk mendeteksi semua potensi kecurangan. Pihaknya menegaskan agar semua prosedur keamanan dilakukan secara cermat. Misalnya pengecekan peserta satu per satu dengan menggunakan metal detektor sebelum memasuki ruangan.

Pengalaman tahun lalu membuat sistem itu diterapkan. Sebab, tahun lalu UM menemukan kecurangan yang dilakukan salah seorang peserta ujian. Beberapa perangkat elektronik diketahui terpasang di balik pakaian yang dikenakan peserta. Lengkap dengan spy cam yang terpasang di dalamnya.

Hariyono memastikan, evaluasi pelaksanaan UTBK-SNBT tahun lalu sudah diantisipasi tahun ini. Selain menggunakan metal detektor, di setiap ruangan juga terpasang CCTV. Sehingga gerak-gerik peserta ujian dapat diawasi dengan leluasa. ”Teknisi juga bisa mendeteksi segala bentuk tindakan yang tidak wajar dalam perangkat komputer yang digunakan tes. Itu mampu meminimalkan kecurangan,” kata dia.

Baca Juga:  Hari Ini, UIN Malang Gelar Wisuda Secara Daring

Di hari pertama kemarin, ada 2.374 peserta yang melakukan tes di UM. Sebanyak 1.187 siswa melakukan ujian di sesi satu. Sisanya menjalani ujian pada sesi kedua. Pengecekan mendalam juga dilakukan UB. Rektor UB Prof Widodo SSi MSi PhD MedSc memastikan bila prosedur keamanan telah dijalankan dengan maksimal.

UB juga memeriksa peserta satu per satu peserta dengan metal detektor sebelum memasuki ruang ujian. Mereka juga menyediakan ruang persiapan atau transit bagi para peserta sebelum memasuki ruang ujian.

Widodo mengaku tak akan ada toleransi bagi pelaku kecurangan. Pihaknya memastikan akan langsung mendiskualifikasi peserta yang terbukti melakukan kecurangan.

Di tahun ini, Widodo menyebut bila jumlah peserta yang memilih untuk melakukan UTBK-SNBT di kampusnya meningkat. ”Ada peningkatan 12,7 persen jumlah peserta,” kata dia. Tahun lalu, UB menerima sebanyak 19.487 peserta UTBK-SNBT. Sedangkan tahun ini jumlah peserta yang melakukan ujian di sana berjumlah 21.960 orang.

Baca Juga:  Mereka yang Tetap Berpuasa di Tengah Pengobatan Panjang (3)

Widodo menjelaskan bahwa penyelenggaraan UTBK 2023 di UB melibatkan 550 pengawas, 16 penanggung jawab lokasi, dan 16 penanggung jawab TIK lokasi. Selain itu juga ada 16 admin TIK lokasi, 4 admin server, dan 69 teknisi ruang dalam tiap sesi. Dia menambahkan, UB tetap memberlakukan protokol kesehatan. Namun tak seketat saat pandemi. ”Kami hanya memastikan kesehatan peserta dengan menggunakan termo-gun untuk mengukur suhu badan peserta,” pungkasnya. (dre/by)

 

MALANG KOTA – Sistem keamanan menjadi salah satu fokus utama dua kampus yang menjadi tempat ujian tulis berbasis komputer-seleksi nasional berbasis tes (UTBK-SNBT). Universitas Negeri Malang (UM) dan Universitas Brawijaya (UB) tak ingin kecolongan dengan praktik perjokian.

Untuk itu, Rektor UM Prof Dr Hariyono MPd menekankan kepada semua panitia yang terlibat untuk mendeteksi semua potensi kecurangan. Pihaknya menegaskan agar semua prosedur keamanan dilakukan secara cermat. Misalnya pengecekan peserta satu per satu dengan menggunakan metal detektor sebelum memasuki ruangan.

Pengalaman tahun lalu membuat sistem itu diterapkan. Sebab, tahun lalu UM menemukan kecurangan yang dilakukan salah seorang peserta ujian. Beberapa perangkat elektronik diketahui terpasang di balik pakaian yang dikenakan peserta. Lengkap dengan spy cam yang terpasang di dalamnya.

Hariyono memastikan, evaluasi pelaksanaan UTBK-SNBT tahun lalu sudah diantisipasi tahun ini. Selain menggunakan metal detektor, di setiap ruangan juga terpasang CCTV. Sehingga gerak-gerik peserta ujian dapat diawasi dengan leluasa. ”Teknisi juga bisa mendeteksi segala bentuk tindakan yang tidak wajar dalam perangkat komputer yang digunakan tes. Itu mampu meminimalkan kecurangan,” kata dia.

Baca Juga:  1.801 Peserta Jalani Seleksi UM-PTKIN di UIN Maliki

Di hari pertama kemarin, ada 2.374 peserta yang melakukan tes di UM. Sebanyak 1.187 siswa melakukan ujian di sesi satu. Sisanya menjalani ujian pada sesi kedua. Pengecekan mendalam juga dilakukan UB. Rektor UB Prof Widodo SSi MSi PhD MedSc memastikan bila prosedur keamanan telah dijalankan dengan maksimal.

UB juga memeriksa peserta satu per satu peserta dengan metal detektor sebelum memasuki ruang ujian. Mereka juga menyediakan ruang persiapan atau transit bagi para peserta sebelum memasuki ruang ujian.

Widodo mengaku tak akan ada toleransi bagi pelaku kecurangan. Pihaknya memastikan akan langsung mendiskualifikasi peserta yang terbukti melakukan kecurangan.

Di tahun ini, Widodo menyebut bila jumlah peserta yang memilih untuk melakukan UTBK-SNBT di kampusnya meningkat. ”Ada peningkatan 12,7 persen jumlah peserta,” kata dia. Tahun lalu, UB menerima sebanyak 19.487 peserta UTBK-SNBT. Sedangkan tahun ini jumlah peserta yang melakukan ujian di sana berjumlah 21.960 orang.

Baca Juga:  SMP BSS Malang Rayakan Bulan Bahasa dan Sastra Secara Daring

Widodo menjelaskan bahwa penyelenggaraan UTBK 2023 di UB melibatkan 550 pengawas, 16 penanggung jawab lokasi, dan 16 penanggung jawab TIK lokasi. Selain itu juga ada 16 admin TIK lokasi, 4 admin server, dan 69 teknisi ruang dalam tiap sesi. Dia menambahkan, UB tetap memberlakukan protokol kesehatan. Namun tak seketat saat pandemi. ”Kami hanya memastikan kesehatan peserta dengan menggunakan termo-gun untuk mengukur suhu badan peserta,” pungkasnya. (dre/by)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/