24.4 C
Malang
Minggu, April 7, 2024

Lima Program Unggulan Pendidikan Jadi Prioritas Utama

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang dan Optimalisasi Lima Program Unggulan

Lima program unggulan sedang digenjot Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang.

Targetnya, lima skema itu terealisasi untuk sekolah-sekolah di jenjang SD dan SMP Kota Malang 2023 ini.

MALANG KOTA- Program Malang Kota Inklusi (Mangga Kueni) menjadi tero­bosan ampuh Dinas Pen­didikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang untuk pemeratan pen­didikan.

Karena pendidikan tak hanya bagi mereka yang tumbuh secara normal. Tetapi juga anak-anak berkebutuhan khusus atau anak-anak istimewa.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Ma­lang Suwarjana SE MM mem­be­berkan, Mangga Kueni menjadi program ung­gulan pertama karena Pemerintah Kota Malang menargetkan pe­me­rataan pendidikan untuk semua kalangan.

Baca Juga:  Bikin Jalan Mulus, Kota Malang Anggarkan Rp 20 Miliar
Pembelajaran tatap muka pascapandemi menjadi harapan besar optimalisasi pendidikan. Disdikbud Kota Malang menekankan, semua sekolah negeri wajib menerapkan pendidikan inklusif dengan menerima anak-anak berkebutuhan khusus.

Jangan sampai anak-anak berkebutuhan khusus tidak bisa men­dapatkan pendidikan layak karena keterbatasan fisik.

Karena itu, selain harus menerima anak didik dari keluarga kurang mampu, lanjut Suwarjana, sekolah-sekolah  negeri di­wajibkan menerima anak-anak istimewa atau anak ber­kebutuhan khusus.

Namun, bagi peserta didik yang me­ngalami hambatan berat, siswa dapat mendaftar ke SLB (Sekolah Luar Biasa), ISDLB atau SMPLB.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang dan Optimalisasi Lima Program Unggulan

Lima program unggulan sedang digenjot Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang.

Targetnya, lima skema itu terealisasi untuk sekolah-sekolah di jenjang SD dan SMP Kota Malang 2023 ini.

MALANG KOTA- Program Malang Kota Inklusi (Mangga Kueni) menjadi tero­bosan ampuh Dinas Pen­didikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang untuk pemeratan pen­didikan.

Karena pendidikan tak hanya bagi mereka yang tumbuh secara normal. Tetapi juga anak-anak berkebutuhan khusus atau anak-anak istimewa.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Ma­lang Suwarjana SE MM mem­be­berkan, Mangga Kueni menjadi program ung­gulan pertama karena Pemerintah Kota Malang menargetkan pe­me­rataan pendidikan untuk semua kalangan.

Baca Juga:  Viral! Mirip Kasus Holywings, Cafe di Malang Ini Diduga Abai Prokes
Pembelajaran tatap muka pascapandemi menjadi harapan besar optimalisasi pendidikan. Disdikbud Kota Malang menekankan, semua sekolah negeri wajib menerapkan pendidikan inklusif dengan menerima anak-anak berkebutuhan khusus.

Jangan sampai anak-anak berkebutuhan khusus tidak bisa men­dapatkan pendidikan layak karena keterbatasan fisik.

Karena itu, selain harus menerima anak didik dari keluarga kurang mampu, lanjut Suwarjana, sekolah-sekolah  negeri di­wajibkan menerima anak-anak istimewa atau anak ber­kebutuhan khusus.

Namun, bagi peserta didik yang me­ngalami hambatan berat, siswa dapat mendaftar ke SLB (Sekolah Luar Biasa), ISDLB atau SMPLB.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/