Pendeta Katolik Batu: Saya Menolak Tegas People Power!

Ketua FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) Kota Batu Ustad Drs. H. Abdurrohim Ismail

KOTA BATU – Isu People Power yang terjadi di Ibukota Jakarta telah melebar ke kota-kota lainnya di Indonesia. Di Jawa Timur, isu tersebut telah tersebar di Kota Surabaya, Kota Madura dan Kota Malang. Kekhawatiran muncul ketika Kota Batu akan menjadi sasaran berikutnya mengenai isu yang menyesatkan tersebut.

Seperti yang diketahui, People Power adalah tindakan provokatif yang bertentangan dengan hukum Indonesia. Contoh tindakan yang provokatif tersebut adalah menulis hate speech (kalimat kebencian) yang ditulis oleh masing-masing pembela fanatik kedua paslon (pasangan calon) di media sosial.

“Tindakan yang mengarah provokasi tidak boleh dibiarkan karena akan memperkeruh suasana politik di Indonesia saat ini,” ujar seorang pendeta Gereja Katolik Paroki Gembala Baik Romo Bernard Ferdinan Teguh.

“Tindakan provokator menunggangi agama sebagai senjata politik adalah hal yang sangat tidak terpuji,” kata Romo Bernard. “Perlu dipahami bahwa Indonesia adalah negara yang kaya akan budaya. Masyarakatnya memiliki agama dan keyakinan yang berbeda-beda. Tapi jangan jadikan perbedaan tersebut sebagai alat untuk politik yang tidak sehat,” ucapnya tegas.

Menurut Romo Ferdinan, Kota Batu masih tergolong aman dari aksi People Power. “Saya yakin warga Batu tidak akan terseret dengan aktivitas yang melanggar hukum. Kita harus percaya jika petugas KPU (Komisi Pemilihan Umum) dan Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu telah melakukan kewajibannya dengan baik,” lanjutnya.

Harapan Romo Bernard, sistem pemerintahan Indonesia dapat menuju ke arah yang lebih baik siapapun presidennya.

Pewarta : Zulfa Izdihar
Penyunting: Kholid Amrullah