Penderita Hipertensi Rentan Gagal Ginjal

KOTA MALANG – Mencegah lebih baik daripada mengobati. Sebab, jika sudah telanjur sakit, pengobatannya sulit. Bahkan, ada beberapa penyakit yang tidak bisa disembuhkan. Misalnya, gagal ginjal kronis.

Antisipasi bahaya gagal ginjal kronis itu disampaikan komunitas Indonesia Kidnet Care Club (IKCC) melalui seminar ”Penanganan Anemia (kurang darah) dan Meningkatkan Kualitas Hidup” di Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Malang (RS UMM) kemarin (22/4).

Ketua Komunitas IKCC Indahwati mengatakan, seminar kemarin bertujuan memberi pengetahuan kepada masyarakat, baik yang sudah terdiagnosis gagal ginjal kronis atau yang belum. Harapannya, supaya mereka tidak terkena gagal ginjal kronis. Sementara bagi yang sudah menderita gagal ginjal kronis, diharapkan bersabar.

”Kami ingin memotivasi pasien (penderita gagal ginjal) dan pendamping, serta memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang penyakit gagal ginjal kronis,” ujar Indahwati di sela-sela seminar kemarin.

Indah memaparkan, kadang ada keluarga yang tidak bisa menerima kenyataan kalau anggota keluarganya terkena gagal ginjal kronis. Itu membuat mereka keberatan merawatnya. Karena itu, perlu adanya motivasi untuk penderita maupun keluarganya.

”Keluarga menjadi orang pertama yang merawat pasien,” terang Indah.

Sementara itu, dr Achmad Rifai SpPD yang jadi pemateri seminar mengucapkan, gagal ginjal kronis berarti ginjal sudah menua atau bentuknya mengkeret.

”Ibaratnya seperti rambut. Kalau sudah berwarna putih, tidak bisa kembali hitam secara natural,” papar dokter yang praktik di RS UMM itu.

Dia menegaskan, gagal ginjal kronis tidak bisa disembuhkan. Tapi, masih bisa dikendalikan. Misalnya, melalui cuci darah. ”Ikhtiar yang dilakukan seperti rutin cuci darah. Makanya harus ikhlas dan pasrah terhadap kehendak Tuhan,” katanya.

Bagi yang belum terkena gagal ginjal, Rifai mengimbau supaya melakkan pola hidup sehat. Misalnya, mengonsumsi nutrisi yang cukup. Ada dua komponen yang harus diketahui masyarakat terkait penyakit gagal ginjal kronis.

”Untuk mencegah terjadinya gagal ginjal kronis, harus mengontol anemia, hipertensi, dan diabetes dengan baik. Kecukupan nutrisi harus baik, seperti kalsium dan mineral harus tercukupi,” ucapnya.

Rifai kemudian memaparkan penyebab gagal ginjal. Di antaranya, diabetes dan hipertensi tidak terkontrol. Jika hipertensi dan diabetes tidak terkontrol, itu lebih rentan terjangkit gagal ginjal kronis.

”Terapi gagal ginjal menyedot dana BPJS kedua terbanyak setelah kemoterapi,” pungkasnya.

Salah satu penderita gagal ginjal kronis, Rahman Subakti, mengatakan bahwa penyakitnya ini sudah diderita sejak dua tahun lalu (2016). Penyebabnya, hipertensi yang tidak terkontrol.

”Dulu saya nakal, jarang kontrol. Akhirnya awal tahun 2016 divonis gagal ginjal kronis,” papar pria asal Kelurahan Bandulan, Kecamatan Sukun, itu.

Pewarta: Ali Afifi
Penyunting: Mahmudan
Copy Editor: Arief Rohman
Foto: Ali Afifi