Penderita DBD di Kota Malang Tercatat 46 Orang

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Malang, Dr. Husnul Muarif

KOTA MALANG – Baru awal tahun, namun data Dinas Kesehatan Kota Malang menunjukkan kenaikan yang amat signifikan terkait wabah Demam Berdarah Dengue (DBD). Kamis (31/1)

Menurut Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Malang, Dr. Husnul Muarif, dari data per 30 Januari sudah ada 46 penderita DBD yang tersebar di 13 Puskesmas Kota Malang.

“Dari total 46 itu paling banyak dilaporkan oleh Puskesmas Bareng, ada 11 laporan. Sementara tiga puskesmas lain seperti Rampal Celaket, Cisadea dan Janti masih belum ada laporan penderita DBD,” katanya kepada radarmalang.id.

Menurut Husnul, angka tersebut terbilang meningkat lima kali lipat. Ya, mengingat di bulan yang sama tahun 2018 lalu, kasus DBD di Kota Malang hanya tercatat 9 kasus saja.

“Kalau dilihat ini ada peningkatan karena banyak faktor,” imbuh dia. Faktor tersebut antra lain, cuaca. Kemudian, kurangnya kesadaran masyarakat dalam kebersihan dan memberantas sarang nyamuk. Khususnya jenis Aedes Aegypti.

Karenanya, ia menghimbau agar masyarakat paling tidak melaksanakan 3M. Menguras. Mengubur dan mendaur ulang. “Juga pakai kelambu kalau tidur, pakai obat nyamuk dan merawat lingkungan,” tuturnya

Sebagai informasi. Kasus DBD paling banyak tercatat di tahun 2016 dengan 464 penderita, 3 orang meninggal dunia. Sedangkan 2017, ada 105 kasus DBD dengan penderita meninggal dunia 3 orang. Sementara 2018, ada 82 kasus dan 1 orang meninggal dunia.

Pewarta : Feni Yusnia
Penyunting :Kholid Amrullah
Foto : Feni Yusnia