Pendapatan Retribusi Parkir Paling Lemah

KOTA BATU – Kunjungan wisatawan di Kota Batu yang tiap tahun menembus angka 6 juta orang belum cukup mengatrol pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor retribusi parkir. Dari target senilai Rp 1,5 miliar di tahun ini, retribusi parkir tepi jalan di Kota Batu baru terealisasi Rp 104 juta hingga awal Mei ini. Bila dipersentase, angkanya baru menyentuh 6,98 persen. Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso menjelaskan, rendahnya capaian tersebut salah satunya disebabkan karena kurang bukti pendukung berupa karcis.

Meski begitu, dia berharap di momen libur Lebaran nanti, pihaknya bisa mengatrol angka pendapatan retribusi parkir tersebut. Gayung pun bersambut, karena Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu memprediksikan bila angka kunjungan wisatawan bakal mengalami kenaikan 10 persen. Titik-titik sentral seperti Alun-Alun Kota Batu diprediksi bakal mendapat banyak pemasukan parkir.

”Saya berharap dinas perhubungan komunikasinya lebih baik lagi dengan petugas parkir,” terang Punjul. Secara khusus, politikus PDI Perjuangan itu juga meminta para petugas parkir untuk jujur dalam menyetorkan penghasilannya. ”Petugas parkir juga harus setor sesuai yang dia pungut. Jangan sampai mereka menggunakan uang retribusi itu untuk kepentingan oknum tertentu,” sambung dia

Untuk menekan kebocoran retribusi parkir tepi jalan itu, Punjul meminta petugas dishub untuk proaktif datang ke lapangan. Dengan cara itu, dia yakin angka kecurangan di lapangan bisa ditekan. ”Semuanya harus tertib. Satu sisi petugas dishub harus proaktif untuk datang ke lapangan, di sisi lain petugas parkir juga harus jujur,” sambungnya. Untuk diketahui, sampai bulan Mei ini, pendapatan dari sektor retribusi umum lah yang paling banyak diperoleh.

 



Retribusi persampahan sudah meraup Rp 400 juta dari target Rp 1 miliar. Berikutnya yakni retribusi dari pelayanan kesehatan di Puskesmas yang sudah meraup Rp 289 juta dari total target Rp 950 juta. Sementara itu dari sektor pajak, realisasi pajak hiburan di Kota Batu per 23 Mei 2019 sudah mencapai angka 68 persen atau senilai Rp 15 miliar dari target Rp 22 miliar.

Sedangkan pajak hotel, realisasinya sudah menyentuh angka 58 persen atau senilai Rp 13 miliar dari target Rp 22,6 miliar. ”Selama puasa hingga Lebaran nanti biasanya pendapatan selalu naik. Ya menyesuaikan peran sosial dan ekonomi masyarakat,” beber Punjul. Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Kota Batu Susetya Herawan mengakui bila saat ini sektor parkir memang masih belum sepenuhnya memenuhi target PAD.

Dia meyakinkan bila koordinasi dengan juru parkir sudah dilaksanakan. Di sisi lain, adanya wacana parkir elektronik menurut dia bisa menjadi salah satu penentu penyerapan PAD. Kemungkinan itu tetap ada mengingat para juru parkir yang ditemui sering tidak lengkap dalam menyetor pendapatannya. ”Sudah koordinasi, ya harusnya wacana mengenai parkir elektronik segera direalisasikan. Biar tidak terhambat untuk retribusinya,” kata Susetya.

Selain itu, dia juga mendesak kepada dewan supaya segera mengagendakan penbahasan terkait penerapan parkir elektrik nantinya.

”Harusnya dewan yang didesak biar wacana parkir elektronik segera bisa dilaksanakan,” paparnya. Disinggung mengenai potensi pendapatam retribusi parkir di libur Lebaran tahun ini, dia mengaku optimistis bakal ada peningkatan. ”Ya selain rekayasa lalu lintas, retribusi parkir juga bakal tinggi,” pungkasnya

Pewarta : Bayu Mulya
Copy Editor : Amalia Safitri
Penyunting : Bayu Mulya