Pencurian Lampu LED Diotaki Kaur Desa Petandakan, Hasilnya Disewakan Sinergi Jawa Pos

Keterlibatan Kaur Umum Desa Petandakan sebagai otak pencurian ini, berdasarkan keterangan Somedana yang berhasil ditangkap sebelumnya. Saat diperiksa, Somedana mengaku diajak mencuri lampu LED oleh yang bersangkutan. Somedana juga mengaku diajari cara memotong kabel yang masih dialiri listrik dan membuka lampu oleh Agus Merta.

Kapolsek Kota Singaraja, Kompol AA Wiranata Kusuma mengatakan, merujuk keterangan tersangka Somedana, jika ada keterlibatan Agus Merta dalam kasus pencurian lampu LED itu.

“Otak dari aksi ini, ya oknum aparat desa Petandakan itu. Namanya Agus Merta. Karena dia mengerti listrik, makanya dia yang ngasik tahu gimana cara memotong kabel. Mana yang aman dipotong meskipun dalam kondisi dialiri listrik. Kalau yang lain pasti tidak berani, karena itu tegangan tinggi,” kata Wiranata Kusuma, Jumat (24/11).

Kompol Wiranata menegaskan dari keterangan kedua pelaku, mereka hanya beraksi di Padang Keling. Bahkan dari tangan Agus Merta, polisi berhasil mengamankan 3 lampu LED penerangan jalan yang berhasil diambil sebelumnya “Kami menyita tiga lampu LED yang dicuri sebelumnya di rumah Agus Merta,” jelas Wiranata Kusuma.



Mantan Kapolsek Seririt ini menyebutkan, pihaknya baru memeriksa 3 saksi. Namun tidak menutup kemungkinan, akan ada saksi tambahan dimintai keterangan. Bahkan bisa mencapai 5 saksi atau 6 saksi, untuk menggali keterangan lebih jelas terkait kasus ini.

 “Kalau lampu LED itu sudah diserahkan ke desa, berarti desa yang menjadi korban. Tapi jika masih dalam pengerjaan (pemasangan lampu LED, Red)  oleh PU, berarti PU yang menjadi korban,” imbuh Kompol Wiranata Kusuma.

Menariknya aksi pencurian ini motifnya adalah untuk memiliki lampu LED yang konon harganya mencapai Rp 5 juta tiap unitnya. Konyolnya, Kaur Umum Agus Merta tergiur memiliki lampu LED itu untuk disewakan kepada warga yang memiliki hajatan. Bahkan, ketiga lampu yang berhasil dicuri sudah pernah disewakan.

“Dari keterangan mereka, lampu ini tidak dijual. Nah Agus Metya ini yang memiliki usaha untuk menyewakan lampu curiannya kepada warga yang memiliki hajatan. Ya, lampu ini akan disewakan, bukan untuk dijual,” timpalnya lagi.

Sementara itu Kepala Desa Petandakan, Wayan Joni Yulianto, tak menampik jika stafnya di Kaur Umum terlibat sebagai otak pencurian lampu di Lingkungan Padang Keling. Pihaknya pun mengaku menyerahkan kasus ini sepenuhnya kepada pihak yang berwenang.

“Kaur Umum itu (Agus Merta, Red). Nanti saya tunggu proses hukumnya dulu. Kita mengacu dengan adanya Undang-undang Desa. Dia direkrut sekitar tahun 2015/2016 ini,” ujarnya saat dihubungi melalui saluran telepon.

Menurut Mekel Joni, pihaknya sama sekali tak menyangka jika Agus Merta ikut terlibat dalam aksi pencurian. Sebab selama ini yang bersangkutan di mata Mekel Joni merupakan anak yang lugu dan polos.

“Kesehariannya ini orangnya lugu dan polos. Di masyarakat dan tempat kerja orangnya pendiam. Kami tidak menyangka. Padahal dari sisi ekonomi yang bersangkutan termasuk orang yang mampu. Mungkin karena pergaulan, sehingga mudah terpengaruh,” imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, warga di Lingkungan Padang Keling Kelurahan Banyuning memergoki maling yang mencuri lampu LED penerangan jalan. Bahkan saking emosi, warga menangkap salah satu pelaku Kadek Somedana, yang tengah menaiki tiang lampu penerangan jalan hingga dihajar masa. Sedangkan Agus Merta sempat kabur tapi kemudian berhasil diringkus polisi. Lantaran kesal, masa melampiaskan kemarahannya dengan membakar motor Vario DK 3450 VR milik pelaku. 

(bx/dik/aim/yes/JPR)