Pencuri Sikat Uang dan HP Pengungsi di Kamasan Sinergi Jawa Pos

Informasi yang didapat Bali Express (Jawa Pos Group), maling beraksi saat pengungsi tidur. Dompet tersebut sempat dijadikan bantal oleh pemiliknya. Sedangkan hp dalam kondisi di-charge, berdekatan dengan dompet. “Ternyata, waktu mereka bangun tidur, sudah tak ada. Heboh lah di pengungsian,” ujar salah seorang pengungsi, Gede Suartawan.

Katanya, ada sekitar 50-an orang pengungsi di sana. Mereka berasal dari Geriana Kangin. Setelah sempat dicari-cari, dompet ditemukan di Pura Padmasana balai banjar setempat. “Tinggal recehnya saja. Uangnya sudah diambil. Hp belum ketemu,” imbuh dia.

Saat dikonfirmasi, Kapolsek Klungkung Kompol Wayan Suarjana mengakui adanya pencurian itu. Berdasarkan keterangan korban, Suarjana menerangkan bahwa korban Yudi mengetahui barangnya dicuri saat bangun tidur sekitar pukul 03.00 wita. Sebelum terjadi pencurian, korban sempat melihat ada orang tak dikenal (OTK), berpakain adat masuk ke posko. Lantaran takut, korban memilih memejamkan matanya.  Saat bangun tidur, ternyata tidak dompetnya saja hilang, hp temennya yang  di-charge dekat dompet juga hilang.

“Korban tak secara jelas melihat ciri-ciri orang tak dikenal itu. Selain takut, lampu di pengungsian juga remang-remang,” terang mantan Kapolsek Nusa Penida, Klungkung itu seraya membenarkan bahwa dompet korban ditemukan di Padmasana tanpa berisi uang.



“HP belum ketemu, kami masih lakukan lidik,” imbuh kapolsek asal Desa Selat, Klungkung itu.

Terkait pencurian tersebut, pihaknya mengimbau pengungsi tetap waspada terhadap barang bawaan. Karena ada saja mencari kesempatan berbuat jahat. “Selain pihak kepolisian terus melaksanakan patroli, pengungsi juga harus waspada. Mari bersama-sama waspada,” ajaknya. 

(bx/wan/yes/JPR)