Pencak Silat Harus Tebus Kegagalan SEA GAmes 2017 di Asian Games 2018

Prestasi tim pencak silat Indonesia memang pasang surut. Pada Kejuaraan Dunia tahun 2016 yang dilaksanakan di Pulau Bali, Indonesia sebagai tuan rumah berhasil menjadi juara umum setelah merebut 12 medali emas.

Sayang, prestasi mereka justru menurun drastis pada SEA Games 2017 yang dilaksanakan di Kuala Lumpur, Malaysia. Tim pencak silat Indonesia hanya mampu membawa pulang dua emas, empat perak, dan sembilan perunggu. Hasil ini membuat tim pencak silat Indonesia gagal memenuhi target tiga medali emas di cabang olahraga (cabor) ini.

Ketua Umum Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), R. Moerdjoko berharap, kontingen pencak silat Indonesia belajar dari kegagalan di SEA Games 2017 kemarin.

“Kami berharap kontingen Indonesia, terutama pesilat dari PSHT, meraih prestasi tertinggi di Asian Games nanti,” ucap Kang Mas Moer, sapaan akrab Moerdjoko.

Ditemui selepas membuka Kejuaraan Pencak Silat ITS Cup 2018, Rabu (3/1) siang, Moerdjoko juga berpesan kepada seluruh atlet yang akan membela panji merah putih untuk bekerja ekstra keras demi medali emas. Apalagi, pencak silat adalah warisan budaya bangsa.

“Pencak silat memiliki nilai-nilai pembangunan karakter yang sangat dalam. Dengan mereka berlatih dan bertanding, hal itu bisa membangun karakter mereka untuk berbuat positif. Sehingga berguna dan bermanfaat bagi bangsa dan negara,” tutup Moerdjoko.(saf)


(saf/JPC)