Pencairan Dana Desa Tahap Ketiga Tersendat

KOTA BATU – Seluruh pemerintah desa (pemdes) di Kota Batu harus bergegas dalam menjalankan program pembangunan. Bila tidak, bisa-bisa bantuan berupa dana desa (DD) tak akan didapat secara utuh. Untuk diketahui, pencairan DD pada 2018 ini dibagi menjadi tiga tahap. Totalnya ada dana Rp 21,3 miliar yang dialokasikan untuk 19 desa. Pada pencairan tahap pertama, ada 20 persen anggaran yang disalurkan.

Sementara pencairan tahap kedua dilakukan 40 persen. Sedangkan pencairan tahap ketiga dilakukan sebanyak 40 persen dari total anggaran. Memasuki bulan Oktober, seharusnya sudah dilakukan pencairan tahap ketiga. Namun, Koordinator Pendamping Desa Kota Batu Zamroni mengakui, jadwal tersebut sudah molor. ”Seharusnya September lalu sudah bisa dilakukan pencairan (tahap III),” kata dia.

Sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) RI Nomor 225 Tahun 2017 tentang Pengelolaan dan Transfer ke Daerah dan Dana Desa, pencairan paling cepat DD tahap ketiga itu juga bisa dilakukan mulai Juli. Namun, hingga kini belum satu pun desa di Kota Batu yang menerimanya. Bila ditotal, ada dana bantuan DD senilai Rp 8,5 miliar yang belum terserap.

Untuk menyerap sisa bantuan tersebut, beberapa syarat harus dipenuhi seluruh pemdes. Seperti serapan kolektif DD dari tahap I dan tahap II minimal 75 persen. ”Dari format laporan realisasi penyerapan dan capaian, penyerapan dana desa di Kota Batu masih bervariatif,” tambah Zamroni. ”Ada desa yang sudah mencapai 80 persen, namun tidak sedikit yang di bawah 70 persen,” tambahnya.

Atas dasar itulah, Zamroni mengharap seluruh pemdes bergegas melakukan penyerapan. ”Jangan ada yang nggandol, begitu harapan kami, karena beberapa desa sudah bagus,” tambahnya. Meski waktu di tahun 2018 hanya tersisa dua bulan, dia optimistis pencairan tahap ketiga bakal terserap semua.



Terpisah, Ketua Asosiasi Petinggi dan Lurah (Apel) Kota Batu Wiweko juga mengakui bila serapan DD di setiap desa bervariatif. ”Kami sudah koordinasi dengan teman-teman. Semoga apa yang jadi harapan wali kota agar pemanfaatan DD berlangsung cepat bisa kami lakukan,” kata dia. Senada dengan Zamroni, dia juga berharap 19 desa mampu menyerap alokasi DD dengan baik.

”Jadi, kalau ada 1–2 desa masih rendah, maka akan memengaruhi desa lain,” ungkap kepala Desa Oro-Oro Ombo ini. ”Ini sudah injury time, sekarang Oktober tinggal dua bulan lagi sudah akhir tahun. Nah, di waktu yang mepet ini nanti, apakah bisa menghabiskan anggaran DD?” tambah dia. Dengan kondisi itu, target paling realistis ialah mengejar pencairan DD tahap ketiga pada pekan depan.

Pewarta: Aris Dwi
Copy Editor: Amalia
Penyunting: Bayu Mulya