Penasaran, Warga Abadikan Sosok Manan dalam Buku

Minimnya literatur sosok pejuang kemerdekaan yang namanya diabadikan menjadi nama jalan utama Brigjen Abdul Manan, membuat warga di wilayah Pujon tergerak. Melalui Komunitas 65391, warga melakukan penelusuran sosok pejuang tersebut. Nama komunitas 65391 dipilih untuk menyesuaikan dengan nomor kode pos wilayah Pujon.

Rupanya, Abdul Manan Wijaya merupakan warga Kelahiran Ngroto, Pujon. Semangat melakukan penelusuran itu pun makin berkobar.

”Mulanya, kami penasaran dan ingin tahu sosok Brigjen Abdul Manan, sampai-sampai namanya dijadikan nama jalan di wilayah kami,” kata koordinator Komunitas 65391 Tri Wahyu saat ditemui di sekretariat komunitas yang terletak di Pujon Lor, Senin (14/8).

Berangkat dari rasa penasaran itu, komunitas tersebut bergerak untuk melakukan penelusuran. Dalam penelusuran itu, dilakukan telaah literatur. Tidak hanya mencari referensi, tapi juga mempelajari monumen serta wawancara dengan banyak narasumber. Di antaranya dengan tokoh-tokoh veteran yang ada di wilayah Pujon.

”Kami akhirnya akrab dengan veteran karena banyak mencari tahu dari mereka,” beber Tri yang juga pelukis ini.

Tak berhenti di situ, penelusuran pun dilakukan dengan mencari silsilah keluarga. Hingga akhirnya, diketahuilah generasi penerusnya. Di antara yang berhasil ditemui oleh komunitas ini adalah cucu dari Abdul Manan Wijaya yang saat ini tinggal di Kota Batu, yakni Bambang Suroso.

”Kami tidak dapat sekaligus, tapi bertahap. Butuh waktu yang lama, hampir setahun lebih. Sejak Komunitas 65391 berdiri pada 2013 lalu,” ujar Tri.

Setelah data yang ditelusuri komplet, sosok Abdul Manan Wijaya pun akhirnya diangkat dalam sebuah buku. Pada 2014 lalu, Komunitas 65391 menerbitkan sebuah buku berjudul Sepenggal Sejarah, Masa Kolonial, hingga Masa Perang Kemerdekaan.

Sosok Brigjen Abdul Manan memang bukan satu-satunya pejuang yang diangkat dalam buku tersebut. Akan tetapi, juga sejumlah pejuang lainnya yang satu angkatan dengan dia. Komunitas 65391 menceritakan perjuangan meraih kemerdekaan serta mempertahankannya dari penjajah.

”Dengan hasil penelusuran ini, kami ingin warga Pujon bisa mengerti dengan sejarah,” kata dia.

Dengan begitu, warga Pujon bisa bangga dengan wilayahnya karena banyak orang besar yang lahir di sana. Selain itu, warga juga bisa paham dengan sejarah yang terjadi di sekelilingnya puluhan tahun lalu.

Pewarta: Ahmad Yahya
Penyunting: Ahmad Yahya
Copy Editor: Indah Setyowati
Foto: Ahmad Yahya