Penanganan dampak longsor Tlogosari Sinergi Jawa Pos

Hasilnya, diketahui ada sejumlah infrastruktur yang perlu segera dibangun. Salah satunya gorong-gorong dan deker di jalan perbatasan antara Kabupaten Probolinggo dengan Kabupaten Lumajang. Karenanya, BPBD langsung berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Probolinggo.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto mengatakan, pihaknya turun ke lokasi perbatasan Kabupaten Probolinggo dengan Kabupaten Lumajang untuk meninjau langsung lokasi bencana. 

Di sana, pihaknya juga mencoba melintasi jembatan darurat yang menghubungkan Probolinggo-Lumajang. Dari hasil survei itu, Anung mengatakan, di sana perlu dibangun gorong-gorong agar air tak sampai meluber ke jalan. 

Sehingga, adanya banjir yang selama ini sering melanda tak sampai memutuskan jalan. “Perbatasan Probolinggo dan Lumajang, itu yang terkena longsor dekernya jebol. Tapi, untuk sementara sekarang sudah bisa dilalui,” ujarnya.

Anung menjelaskan, Desa Tlogosari, Kecamatan Tiris, merupakan wilayah rawan longsor. Pada musim hujan banyak daerah lereng berbahaya. “Lereng itu tersiram air hujan, manakala tidak ada dinding penahan tanah dan pepohonan, kemudian terjadi longsor,” ujarnya.

Karenanya, Anung mengaku, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Dinas PUPR untuk segera dibangun tembok penahan tebing dan deker. Demi merealisasikan ini, pihaknya telah mengajukan dana tidak terduga (TT) untuk menangani dampak pasca bencana. 

“Kami ajukan dana tidak terduga sekitar Rp 1 miliar untuk sejumlah titik terdampak bencana longsor. Mulai dari di Tiris; Sapeh, Sukapura; termasuk perbatasan Probolinggo-Lumajang itu,” ujarnya. 

(br/mas/mie/mie/JPR)