Pemudik yang Lintasi Satu Arah Jangan Bingung dengan Pintu Keluar

JawaPos.com – Dengan diberlakukannya sistem satu arah (one way) di jalur tol Trans-Jawa pada arus mudik nanti, pengemudi tidak perlu khawatir untuk mencari pintu keluar. Sebab, pengelola tol telah menyiapkan pintu keluar pada titik tertentu.

“Dengan diberlakukannya satu arus, bukan berarti hanya bisa keluar di Cirebon semua,” kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat meninjau progress penutupan Gerbang Tol Cikarang Utama, Minggu (19/5).

Sistem satu arah dari ruas Cikarang KM 29 hingga Brebes KM 263 itu akan diberlakukan pada 30 Mei hingga 2 Juni mendatang. Pengemudi yang melewati satu jalur itu bisa keluar di pintu-pintu keluar tol yang telah disediakan.

Sebagai contoh, pengemudi yang menuju ke Majalengka, Palimanan, Indramayu. Nantinya bisa keluar di gerbang tol Plumbon. Kemudian untuk yang pergi ke Tasikmalaya, Kuningan, Ciamis, Banjar bisa keluar di gerbang Ciperna Utama. Bagi yang menuju arah ke Purwokerto juga disediakan akses keluar di gerbang tol Pejagan.



Adapun kebijakan satu arah ini diberlakukan untuk kelancaran arus mudik lebaran nanti. Terutama untuk mengurai kepadatan kendaraan dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah.

Sementara untuk pengendara dari Jawa Tengah yang menuju Jakarta pada 30 Mei sampai 2 Juni mendatang diimbau untuk bisa menggunakan jalur arteri pantura. Selain itu, juga bisa melakukan perjalanan sebelum dan sesudah tanggal pemberlakuan one way.

Situasi pintu Tol Palimanan pada Lebaran 2018. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

“Kita sediakan jalur pantura untuk arus sebaliknya pada saat mudik yaitu dari Jawa menuju Jakarta. Polisi sudah kita minta untuk melakukan konsentrasi. Jadi Pemda sudah menghilangkan pasar tumpah, dan melakukan pengariran pada persimpangan supaya jalur bisa dikendalikan dengan baik,” tuturnya.

Budi mengatakan, jumlah kendaraan dalam arus mudik kali ini telah diperkirakan akan mencapai 150.000 kendaraan. Jumlah kendaraan tersebut akan terbagi sebesar 55 persen ke arah Cirebon atau Semarang, serta 45 persen sisanya menuju ke arah Selatan seperti Bandung dan Purbaleunyi.

Sementara itu, Direktur Utama PT Jasa Marga Desi Arryani mengatakan, nantinya pengendara bisa menggunakan rest area yang ada di kedua sisi jalan tol. Harapannya, peningkatan kapasitas rest area di kedua sisi dapat mengurangi dampak kemacetan akibat penumpukan kendaraan di rest area.

“Jadi di sisi jalur A dan B bisa dipakai, dua-duanya mengarah ke timur pada saat mudik. Ini kita anggap bisa memberikan solusi, yang selama 2 tahun ini kapasitas gerbang memadai tapi penyebab kemacetan hampir semua karena rest area. Dengan kedua sisi bisa dipakai kapasitas rest area jadi dua kali lipat,” tuturnya.

Pada saat arus balik, sistem one way juga akan kembali diberlakukan di ruas tol Palimanan KM 189 – Cikarang Utama KM 29 pada tanggal 8-10 Juni 2019. Dalam kunjungannya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi turut didampingi oleh Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi serta Direktur Utama Jasa Marga.