Pemprov Sulsel Evauasi Jajaran Terkait Pelayanan Publik

 Nurdin Abdullah

JawaPos.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Sulsel (Sulsel) menargetkan dapat mencapai zona hijau sektor pelayanan publik. Langkah awal yang dilakukan adalah mengevaluasi 24 pemerintah kabupaten/kota.

“Tentu apa yang kami lakukan selama ini, akan terus dievaluasi. Apakah kami sudah memberikan pelayanan yang baik. Baik kepada masyarakat, dunia usaha maupun layanan publik,” kata Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah dalam keterangan resmi, Selasa (2/4).

Terlebih 24 pemerintah kabupaten/kota se-Sulsel telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Ombudsman RI. Perjajian bersama lembaga pengawas pemerintahan tersebut dilakukan di Makassar, Senin (1/4). MoU akan mendorong standar pelayanan kepada masyarakat.

Nurdin memberi gambaran beberapa terobosan yang bisa dilakukan kepala daerah sebagai contoh bagi daerah lain. “Jangan kami takut untuk mengadopsi. Jangan malu. Yang baik itu harus diadopsi. Sulsel, saya yakin di bawah pengawasan Ombudsman Sulsel Insya Allah akan hijau semua. Itu adalah komitmen kami,” tegas Nurdin.



Merujuk data yang dirilis Ombudsman Sulsel akhir 2018, terdapat beberapa daerah yang belum masuk dalam kategori pelayanan maksimal atau zona hijau. Umumnya, daerah stagnan pada level zona kuning atau tingkat pelayanan sedang. Di antaranya Kota Makassar.

Kabupaten Sinjai merupakan satu-satunya daerah dari sejumlah daerah yang disurvei dapat memberikan pelayanan maksimal atau zona hijau. Terburuk adalah Kabupaten Takalar dengan tingkat pelayanan zona merah. Artinya, masih terdapat beberapa daerah yang diangggap belum sepenuhnya melaksanakan peraturan sebagaimana tertuang dalam Undang-undang 25 tahun 2009 tentang Pelayanan Publik.

Nurdin berharap ke depan tidak ada lagi keluhan masyarakat karena pelayanan sudah berjalan maksimal. “Pelayanan itu seperti perizinan, harus dipermudah mungkin. Supaya dunia usaha mudah. Masyarakat membutuhkan pelayanan prima. Kalau mereka sakit, kepada siapa mereka akan mengadu,” tutur Nurdin.

Editor : Sofyan Cahyono

Reporter : Sahrul Ramadan