Pemprov Iming-Iming Dana Prestasi

MALANG KOTA – Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim) merencanakan akan menambah dana khusus yang diberikan di sekolah yang rutin mencetak siswa berprestasi. Tambahan dana ini digunakan agar tidak ada ekskul yang terpangkas di beberapa SMA besar.

Kepala SMAN 8 Kota Malang Dra Anis Isrofin MPd menyatakan rencana awal itu sempat disampaikan Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak saat meninjau pelaksanaan Ujian Sekolah Berbasis Nasional (USBN) di SMAN 8 awal Maret lalu. Awal mula rencana pemberian dana khusus yang disebut dana prestasi ini, lantaran rencana SPP gratis dirasakan belum bisa meng-cover kebutuhan sekolah.

”Kalau kesepakatan di Malang, SPP itu kan Rp 200 ribu yang dihapus Rp 120 ribu saja,” kata Anis saat diwawancara beberapa waktu lalu. Maka jika hanya dihapus Rp 120 ribu, sekolah terpaksa mencari bantuan dana Rp 80 ribu.

Sebenarnya, atas izin pemprov, sekolah boleh menarik dana Rp 80 ribu ke komite sekolah. ”Masalahnya, setelah dipertimbangkan, penghapusan ini berdampak pada biaya operasional ekskul,” kata dia.

Meski enggan merinci, per bulan ada biaya besar yang dikeluarkan sekolah untuk mengirim siswa berlaga setiap bulan. Dana ekskul tersebut terserap sekitar 30 persen dari anggaran sekolah.



”Kalau dihapuskan Rp 120 ribu dan dicairkan di setiap bulan, dana kan sulit muter, takutnya ada pembengkakan dan kami tidak mungkin menarik ke orang tua,” kata dia.

Sementara, cara termudah memangkas jumlah ekskul. Semisal di SMAN 8 saat ini, ada 26 ekskul yang aktif dan 80 persennya, rutin mengirim siswanya berlaga di kancah antarkota hingga internasional.

”Tetapi itu tidak tepat juga. Karena memangkas pun tidak semudah membalikkan telapak tangan. Ada banyak pertimbangan,” jelas Anis yang pernah menjabat kasek di beberapa SD dan SMP Kota Malang.

Untung saja, ketakutan tersebut segera reda dengan pernyataan Emil yang menyampaikan ada tambahan dana prestasi. Dana ini khusus bagi sekolah yang aktif mengirimkan siswanya berlaga dan bisa menang.

Rinciannya memang belum diketahui Anis. Namun diperkirakan cair per bulan dengan catatan, bila ada siswa yang berlaga. Dia pun belum tahu bakal mendapat jatah seberapa besar. ”Kalau bisa, per siswa bisa mendapat sekitar Rp 80 ribu,” ujarnya.

Sementara, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Tri Suharno belum mendapat rincian jelas terkait jumlah dana prestasi yang bisa didapat di Kota Malang. ”Kalau jadi, itu bisa menjadi kabar baik buat sekolah yang mencetak prestasi,” singkat dia.

Namun dia yakin, ada syarat tertentu yang diberikan pemprov kepada semua SMA. Entah dari minimal kejuaraan per bulan atau syarat lain.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Saiful Rachman sudah menerima laporan terkait dana prestasi itu. Dia menyatakan rencana pemberian dana prestasi itu masih menunggu petunjuk teknis (juknis) dan penyusunan anggaran yang tepat.

”Biar tepat sasaran,” ujarnya. Namun untuk anggaran per sekolah, dipastikan berbeda antarwilayah dan belum tentu semua sekolah berhak mendapatkan.

”Mudahnya, sekolah bisa saja melaporkan prestasi siswa per bulan, nanti akan dicek dan dihitung besaran dana prestasi ini,” kata mantan kepala SMKN 4 Kota Malang ini.

Saat ini, yang bisa dilakukan pihaknya memetakan mana saja sekolah di Malang, misalnya yang rutin mengirim siswa berlaga dan pasti menang.

”Tetapi kami juga menunggu aturannya. Biar adil buat semua sekolah. Karena ini menyangkut pembiayaan per siswa yang berprestasi,” tambah Saiful. Saat ditanya mengenai dana prestasi ini berlaku untuk sekolah swasta, Saiful menyatakan, masih menunggu pembahasan lanjut.

Pewarta               : Sandra Desi
Copy Editor         : Amalia Safitri
Penyunting         : Abdul Muntholib