Pemkot Batu Serius Kembangkan Kentang Ex-Vitro

KOTA BATU – Hasil panen perdana kentang di lahan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sumber Jaya, Desa Sumber Brantas, Kecamatan Bumiaji, cukup menjanjikan. Dari lahan seluas 2.500 meter persegi, petani bisa memanen bibit kentang granola 2 (G2) hingga 6,3 ton. Dengan luas lahan yang sama, panen kentang biasa hanya sekitar 2,5 ton.

Hasil panen tersebut merupakan program diseminasi teknologi penyediaan benih kentang dengan teknologi ex-vitro dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan Pemerintah Kota Batu. Kemarin (15/7), panen perdana kentang unggulan tersebut dilakukan Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko bersama Kepala BPPT Unggul Priyanto. Anggota komisi VII DPR RI Ridwan Hisjam juga tampak hadir dalam acara tersebut.

Teknologi ex-vitro merupakan proses memperbanyak tanaman dengan menggunakan bagian yang mempunyai fase pertumbuhan cepat, diikuti pemberian stimulasi pertumbuhan. ”Ternyata hasil dari teknologi ini menggembirakan. Dari bentuk, terlihat bersih dan tentunya kandungan gizi dari kentang hasil ini bisa lebih baik daripada proses penanaman biasa,” terang Kepala BPPT Unggul Priyanto.

Sementara itu, Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko menyatakan, pihaknya serius mengembangkan kentang bibit unggul ini. Dia juga berharap, teknologi ex-vitro bisa dipelajari lebih lanjut oleh petani di Desa Sumber Brantas. ”Melihat kesuksesan panen kentang ini, nantinya bisa dilanjutkan dengan penanaman apel dengan teknologi yang sama. Karena apel sendiri merupakan komoditas kita,” ujarnya.

Rencananya, untuk benih kentang akan disebarkan ke petani, khususnya di wilayah Desa Pesanggrahan. ”Karena di lahan ini arahnya hanya untuk penanaman bibit, jadi nanti akan kami sebarkan ke petani di sini untuk dijadikan pertanian konsumsi,” ujar pemilik lahan yang juga anggota Gapoktan Sumber Jaya Djoni Sunaidi.



Sementara itu, penyebaran benih masih di wilayah Desa Pesanggrahan sesuai ketentuan dengan BPPT serta Pemkot Batu. ”Secara formalnya begitu. Karena tujuannya saat ini untuk memenuhi kebutuhan petani di sini,” tandasnya.

Pewarta: Octo Pratama
Penyunting: Ahmad Yani
Foto: Bayu Eka Novanta