Pemkot Optimistis Proyek Kereta Gantung

KOTA BATU – Pemkot Batu tetap berhasrat untuk merealisasikan mimpinya sejak tahun 2013 lalu. Mimpi itu ialah membangun proyek kereta gantung. Salah satu indikasi keyakinan Pemkot Batu tertuang dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2018–2022.

Di dalamnya, proyek tersebut kembali disinggung. Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko sempat mengutarakan pada awak media bila pihaknya bakal mulai merealisasikannya tahun 2020 mendatang.

Untuk mematangkan rencana itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Batu M Chori mengaku masih mengebut dokumen kajiannya. Statement itu dia sampaikan usai menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kota Batu, Rabu (20/3) lalu.

”Masih perlu kajian, pertama untuk penentuan jalur keretanya. Setelah itu kaitannya dengan analisis dampak lalu lintas (andal lalin),” terang Chori. Kajian terhadap berbagai aspek, seperti perekonomian dan social, menurut dia juga penting.

Langkah terdekat yang sudah dilakukan pihaknya yakni berkonsultasi ke dinas penanaman modal di Jakarta. ”Berdasarkan studi kelayakan, hasilnya visible atau layak,” yakin Chori. Disinggung terkait kebutuhan alokasi dana, dia masih belum bisa memberi kepastian.

”Sementara untuk tahap pertama butuhnya sekitar Rp 200 sampai Rp 300 miliar,” bebernya. Terpisah, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batu Cahyo Edi Purnomo punya anggapan sedikit berbeda terkait proyek tersebut.

Menurut dia, Pemkot Batu terlalu tergesa-gesa untuk menyebar kabar pembangunan kereta gantung tersebut. Padahal kajian dan analisisnya masih belum matang secara sempurna.

Salah satu poin yang terpenting menurut dia berkaitan dengan keamanan serta dampak ekonomi. Cahyo mengakui jika konsep pembangunan kereta gantung tersebut sangat bagus. Namun di sisi lain dia menilai bila pemkot semestinya dapat membedakan mana program prioritas dan mana yang bukan prioritas.

”Konsepnya memang bagus, namun lebih baik benahi terlebih dahulu infrastrukur yang vital bagi masyarakat. Seperti tembok yang mulai retak, atap yang mulai bocor, tekel yang pecah-pecah. Daripada perencanaan yang belum jelas arahnya,” terang dia. Seperti diketahui, nilai anggaran yang kira-kira dibutuhkan untuk menuntaskan proyek itu memang besar. Berada di angka Rp 1 triliun.

”Kekuatan anggaran (APBD) kami kan Rp 1 triliun. Kalau melibatkan pihak ketiga ya sharing anggaran dananya harus jelas berapa persennya, dan masyarakat perlu tahu. Selain itu, perlu kajian seperti apa nanti pelaku pasar nantinya,” papar Cahyo.

Poin-poin itu kini terus dikaji pemkot. Dari informasi yang didapatkan koran ini, ada rencana mereka untuk menggandeng Doppelmayr Garaventa Group.

Perusahaan swasta asal Austria yang sudah berpengalaman membuat kereta gantung di sejumlah negara. Dari catatan yang ada, sudah 80 negara yang menggunakan jasa perusahaan tersebut. Persiapan untuk menggandengnya terus dimatangkan Pemkot Batu.

Pewarta               : Miftahul Huda
Copy Editor         : Amalia Safitri
Penyunting         : Bayu Mulya