Pemkot Ngebet Bangun Laboratorium Apel

KOTA BATU – Upaya mempertahankan identitas Batu sebagai Kota Apel bakal diwujudkan pemkot dengan membangun laboratorium. Bermodal lahan seluas 2,5 hektare di Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji, Pemkot Batu ngebet menjadikannya sebagai tempat penelitian, pembenihan, hingga tempat edukasi tentang apel.

Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso menyatakan, lahan sudah disiapkan. ”Lahan tersebut dulu tidak terpakai, jadi bisa dimanfaatkan sebagai laboratorium apel. Agar anak-anak kita (para pelajar) juga bisa belajar tentang apel,” kata dia.

Punjul mengakui, kondisi pertanian apel di Kota Batu saat ini memang jauh berkurang. ”Buah ini bukan dari mana-mana, ini adalah ikonnya Kota Batu. Karena itu, apel ini harus dikembangkan lagi,” ungkap pria yang juga sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Batu tersebut.

Selain tanah 2,5 hektare, tanah seluas 4 hektare milik Universitas Muhammadiyah Malang  (UMM) yang ada di Desa Sumbergondo, Kecamatan Bumiaji, juga bakal dikelola. ”Kami ada juga tawaran (dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, mantan rektor UMM) tanah 4 hektare milik UMM, bisa bekerja sama untuk dikelola. Ini nanti kami rumuskan bagaimana agar bisa dimanfaatkan bersama,” ungkap Punjul.

Selain laboratorium apel, Pemkot Batu juga diminta untuk membuat laboratorium pertanian untuk siswa SMP. ”Kami diminta menyiapkan lahannya dan itu saya kira ada. Aset milik pemkot nanti yang akan kami manfaatkan. Kami diminta membuat proposal oleh Kemendikbud, nanti dibangunkan,” kata dia. Punjul melanjutkan, dengan adanya laboratorium apel dan pertanian untuk SMP, diharapkan bisa meningkatkan pertanian yang ada di Kota Batu.

 

Pewarta: Aris Dwi
Penyunting: Ahmad Yani
Foto: Bayu Eka Novanta