Pemkot Malang Tegaskan Peran Penting Takmir Masjid

Safari Ramadhan Pemkot Malang

Tak hanya mengajak masyarakat memelihara kerukunan, Safari Ramadhan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang ini juga sebagai ajang unjuk inovasi dari beberapa masjid yang ada di Kota Malang. Kali ini, Safari Ramadhan berkunjung ke Masjid Besar Nurur Muttaqin, Kelurahan Kebonsari, Sukun. Bagaimana inovasinya?

Antisipasi terhadap gangguan keamanan dan ketertiban saat ini agaknya menjadi prioritas Pemerintah Kota (Pemkot) Malang. Hal itu terlihat pada agenda Safari Ramadhan yang digelar di Masjid Nurul Muttaqien, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sukun.

Sekretaris Daerah Kota Malang Drs Wasto SH MH mengapresiasi apa yang dilakukan Masjid Nurul Muttaqien selama ini. Di antaranya, kegiatan subuh akbar yang digelar setiap enam minggu sekali. Jumlah jamaahnya sekitar 2.300 orang.

Selain itu, Masjid Nurul Muttaqien juga bersinergi dengan pondok pesantren untuk menggelar kegiatan mengaji dan hafalan Alquran. ”Keaktifan para takmir masjid besar Nurul Muttaqien ini perlu dicontoh takmir masjid lainnya,” jelasnya.

Dia menyebut, takmir punya peran besar terhadap masyarakat di suatu daerah. Terutama kaitannya dengan upaya menangkal radikalisme dan terorisme.

”Saya yakin di Nurul Muttaqien tidak ada yang seperti itu. Inilah yang kami terus gelorakan di jajaran pemerintah, TNI-Polri, jajaran Kemenag,” jelasnya.

Wasto pun kembali mengingatkan pentingnya bersama-sama menciptakan kondusivitas di Kota Malang. Peristiwa yang terjadi di Surabaya harus menjadi pelajaran bagi semua pihak.

Pemkot sendiri sudah menerbitkan surat edaran untuk RT/RW. ”Manakala ada warga yang mencurigakan, mohon lapor ke Bhabinkamtibmas atau Babinsa yang ada di kelurahan. Pak Kapolres juga sudah melakukan antisipasi dengan menyiagakan satu polisi untuk tiap RW,” kata dia.

Sementara itu, KH Khamzawi dalam ceramahnya menjelaskan, ada empat kelompok yang dirindukan surga. Pertama, orang yang membaca, memahami, serta menerapkan ajaran Alquran. Kedua, orang yang menjaga lisannya termasuk tidak menyakiti. Sementara itu, Rais Syuriah PC NU Kota Malang KH Chamzawi dalam ceramahnya menyebut pentingnya menjaga hubungan sosial. Misalnya dengan memberi makan kepada sesama.

”Walaupun kota ini namanya Malang, tapi saya yakin akan mujur jika banyak orang baik di dalamnya,” pungkas dia.

Sumber: Humas Pemkot Malang
Copy Editor: Dwi Lindawati
Foto: Binti Nikmatur