Pemkot Malang Target 51 Kelurahan BAB Sembarangan

Balai Kota Malang.

KOTA MALANG – Puncak perayaan Hari Kesehatan Nasional yang ke-54 di lapangan Rampal, Kota Malang, kemarin (17/11), menjadi momen penting. Ya, di acara ini digelar Deklarasi Open Defecation Free (ODF) atau terbebasnya masyarakat dari buang air besar sembarangan.

Total ada 51 kelurahan di Kota Malang yang dicanangkan untuk menjadi ODF 100 persen. Sedangkan enam kelurahan lain, yakni Kelurahan Arjowinangun, Kelurahan Sawojajar, Kelurahan Arjosari, Kelurahan Mojolangu, Kelurahan Gadingkasri, dan Kelurahan Madyopuro sudah ODF 100 persen.

Menurut Wali Kota Malang Sutiaji, untuk menciptakan 100 persen bebas ODF ini, harus ada kolaborasi dari beberapa elemen. ”Karena instrumennya nanti banyak, termasuk manajemen keluarga, di mana termasuk pola makan, pola mendidik anak, dan lain-lain,” ucap Sutiaji.

Setelah pemberian penghargaan ODF 100%, dilanjutkan oleh Senam Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) diikuti sekitar 2.000 penggiat kesehatan seperti kader posyandu, kader kesehatan, dan institusi kesehatan yang ada di Kota Malang.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang Asih Tri Rachmi Nuswantari menyatakan kalau semua pihak wajib berperan.

”Kita ini bottom-up bukan top-down jadi semua ikut berperan, semua ikut memiliki kewajiban untuk menjadi sehat,” paparnya.
Asih pun melanjutkan, selain olahraga teratur dan makan sayur dan buah, memeriksakan diri secara berkala juga jadi poin dalam Germas. ”Makanya, dalam acara kali ini kita adakan checkup kesehatan gratis juga,” tuturnya.



Selain mendorong masyarakat untuk bergaya hidup sehat dan terus menjaga kesehatan, dinkes pastinya juga tidak akan ketinggalan untuk terus menerapkan program berkualitas mereka. ”Kita harus galakkan program sehat, mulai bayi dalam kandungan,” sebut Asih.

Tidak saja bayi dalam kandungan, tapi saat ini dinkes sudah mulai menerapkan kesehatan remaja putri dalam persiapan mendatang menuju kehamilan.

”Jadi kita persiapkan mulai dini, harapannya nantinya jika sudah lahir, maka bayi akan ikut sehat,” imbuhnya. Hal ini tentu tidak bisa jika hanya dijalankan oleh pihak dinas kesehatan. Maka dari itu, pihaknya bisa mendapat dukungan dari pihak lain, termasuk kader posyandu dan bidan.

”Melihat derajat kesejahteraan di Kota Malang adalah melihat usia harapan hidup, di mana usia harapan hidup di Kota Malang saat ini mencapai 72,77, sehingga harapan kami di tahun 2023 mencapai angka 73,10,” pungkasnya.

Namun, Wali Kota Malang Sutiaji berharap hal tersebut bisa direalisasikan di tahun 2021. ”Untuk itu, kami mengimbau kepada masyarakat bahwa kita harus lebih bisa menjaga kesehatan kita,” paparnya.

Pewarta: Vido, Adel
Editor: Amalia
Penyunting: Irham Thoriq