Pemkot Malang Gerojok Rp 47,9 M untuk Infrastruktur Jalan

Di beberapa titik lubang jalan di sepanjang Jalan Ir Rais terdapat tanda lingkaran dari cat warna putih, kemarin (26/5).

MALANG KOTA – Warga Malang tampaknya sudah kesal melihat banyaknya jalan berlubang. Sebagai wujud protes, mereka melingkari lubang tersebut dengan cat warna putih. Di antara lubang tersebut diberi tulisan Awas Jalan Lubang!.

Di Jalan Ir Rais misalnya, puluhan lubang jalan diberi lingkaran dengan cat warna putih. ”Di sini jalanan licin kalau hujan. Medannya menurun. Jadi, pengendara harus berhati-hati,” kata Sulaiman, salah satu warga di kawasan Jalan Ir Rais tersebut.

Tahun 2018, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Malang sudah mengalokasikan Rp 47,3 miliar untuk infrastruktur jalan. Itu meliputi pembenahan jalan berlubang, pedestrian, dan pemeliharaan jembatan.

Kabid Bina Marga DPUPR Kota Malang Didik Setyanto menyatakan, tahap pertama ini disiapkan anggaran Rp 18,9 miliar. Dana itu untuk pemeliharaan di Jalan Sulfat, Jalan Ciliwung, Jalan Kapten Tendean–Kyai Tamin, Jalan Sarangan, Jalan Batu Bara Ksatrian, Jalan Trunojoyo, dan Jalan Bandulan.

”Jalan lubang yang tidak masuk pengerjaan di tahap satu akan dimasukkan pada tahap dua,” katanya kemarin (26/5).



Pada pengerjaan tahap kedua nanti, ada 20 jalan yang diperbaiki. Pihaknya menyadari banyaknya keluhan masyarakat terkait jalan berlubang. Didik menyebut, hampir di semua kota ada penandaan jalan berlubang sebagai bentuk kepedulian masyarakat.

”Kami berterima kasih sekali karena itu (menandai jalan berlubang, Red) mempermudah kami melakukan penanganan,” pungkasnya.

Pewarta: Fajrus Shiddiq
Penyunting: Mahmudan
Copy editor: Arief Rohman
Foto: Bayu Eka