Pemkot Batu Borong Penghargaan Kota Sehat

Perjuangan pemerintah kota (pemkot) dalam mewujudkan Kota Sehat akhirnya membuahkan hasil. Kemarin (28/11) Plt Wali Kota Batu Punjul Santoso menerima penghargaan Kota Sehat yang diberikan langsung oleh Menteri Dalam Negeri Cahyo Kumolo di Jakarta.

KOTA BATU – Perjuangan pemerintah kota (pemkot) dalam mewujudkan Kota Sehat akhirnya membuahkan hasil. Kemarin (28/11) Plt Wali Kota Batu Punjul Santoso menerima penghargaan Kota Sehat yang diberikan langsung oleh Menteri Dalam Negeri Cahyo Kumolo di Jakarta.

Kota dingin ini berhasil meraih pengharagaan Swasti Saba Padapa, Kota Sehat untuk dua tatanan. Pertama, tatanan kawasan permukiman yang sehat. Kedua, masyarakat hidup sehat dan mandiri.

Plt Wali Kota Batu Punjul Santoso menyatakan, penghargaan ini adalah hasil kerja bersama masyarakat Kota Batu. Banyak proses yang harus dilalui untuk mendapatkan penghargaan tingkat nasional ini.

Sebelum mencapai tingkat pusat, Kota Batu mendaftarkan untuk tingkat Provinsi Jawa Timur terlebih dahulu. Pada 2016, Kota Batu sudah lolos sebagai Kota Sehat, dari dua tatanan. ”Setelah diverifikasi tingkat provinsi dinyatakan lolos untuk dua tatanan tersebut dan mendapatkan piagam Swasti Saba Padapa tingkat provinsi. Lalu, kami ajukan untuk tingkat nasional,” kata dia.

Proses peninjauan verifikasi tingkat nasional tentu lebih ketat dibandingkan lolos tingkat provinsi. Sehingga, dibentuk tim pembina Kota Sehat dengan leading sector Badan Perencanaan Penelitian Dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) Kota Batu. Kemudian, dibentuklah Forum Kota Sehat yang di dalamnya beranggotakan masyarakat.



Setelah itu, tim peninjau dari Kementerian Kesehatan datang langsung untuk melakukan pengecekan pada awal Oktober lalu. ”Dan Alhamdulillah, kami lolos verifikasi dan mendapatkan penghargaan ini,” kata mantan wakil ketua DPRD Kota Batu itu.

Dengan adanya pernghargaan ini, tentunya harus bisa ditingkatkan kembali. Sehingga, nantinya bisa meraih hasil yang lebih baik sampai Adipura. ”Harapan ke depan masyarakat Kota Batu menjadi Kota Sehat yang nyaman di segala aspek. Juga menjadikan masyarakatnya mempunyai status kesehatan yang tinggi serta kualitas hidup yang baik,” kata dia.

Bagi Punjul, Kota Sehat ini sangat penting. Hal itu juga dapat menunjang Kota Batu yang mempunyai sektor andalan di bidang pariwisata.

Kepala Badan Lingkungan Hidup Kota Batu Arief As Siddiq menambahkan, ada beberapa penilaian atau tinjauan dari pemerintah pusat sebelum memberikan predikat Kota Sehat. Di antaranya, penilaian taman, saluran drainase, sarana persampahan, sanitasi, sampai sarana kesehatan lingkungan.

Peran masyarakat dalam menjaga kebersihan dan menerapkan perilaku sehat juga menjadi salah satu penilaian. Di antaranya, adanya Bank Sampah dan perilaku memilah sampah sampai pemberdayaan masyarakat juru pemantau jentik (jumantik) di setiap desa dan kelurahan.

”Ada banyak penilaian, yang pasti adalah ketersediaan lingkungan yang bersih, sehat, dan layak untuk kehidupan di masyarakat serta berkelanjutan yang didukung program prolingkungan,” kata Arief. Manajemen pemerintah daerah dalam mengelola lingkungan yang sehat di masyarakat juga menjadi penilaian.

Untuk diketahui, agar membuat nyaman warga dan wisatawan, Pemkot Batu bekerja keras dalam merebut predikat Kota Sehat. Pemkot mengincar dua tatanan dalam Kota Sehat tingkat nasional. Pertama, sarana dan prasana  (umum) yang sehat. Kedua, tatanan masyarakat sehat yang mandiri. Diincarnya dua tatanan itu setelah sebelumnya lolos di tingkat Provinsi Jawa Timur tahun lalu.

Pada peninjauan itu, pemkot mengajukan wilayah di Desa Dadaprejo dan Desa Oro-oro Ombo. Dadaprejo direkomendasikan karena ada Bank Sampah. Sementara di Oro-Oro Ombo terdapat pemberdayaan masyarakat jemantik (juru pemantau jentik). Untuk tatanan sehat sarana dan prasarana, peninjauan dilakukan di hutan kota. Termasuk juga ke lingkungan sekolah.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batu drg Kartika Trisulandari menambahkan, upaya mewujudkan Kota Sehat itu tidak dilakukan sendirian. Dinkes juga melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya seperti halnya dinas lingkungan hidup. Selain dari OPD, dinkes melibatkan forum masyarakat Kota Sehat. (adk/c3/yak)