Pemkab Pamekasan Ajukan 694 Kuota Formasi Rekrutmen CPNS

Pemkab Pamekasan Ajukan 694 Kuota Formasi Rekrutmen CPNS

Mereka yang telah pensiun rata-rata memang berusia 58–60 tahun. ASN struktural 58 tahun. ASN fungsional 60 tahun. Jumlah ASN berkurang juga karena setiap tahun ada ASN meninggal. Termasuk pensiun atas permintaan sendiri (APS).

Jumlah PNS Pemkab Pamekasan pada 2015 sebanyak 8.107 orang. Setahun kemudian berkurang menjadi 7.905. Angka tersebut kembali menyusut pada 2017 menjadi 7.607. hingga 1 Februari 2018 jumlah ASN tersisa 7.311 orang.

Data ASN yang pensiun, meninggal, dan pensiun APS mencapai ratusan setiap tahun. Pada 2015 sebanyak 202 orang. Pada 2016 berjumlah 298 orang. Pada 2017 terdapat 296 ASN. Sementara tahun ini sudah ada 352 pegawai yang pensiun dan meninggal dunia.

Kabid Data, Pengadaan, dan Pembinaan Aparatur Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM (BKPSDM) Pamekasan Suharto mengungkapkan, pensiun APS tidak terlalu signifikan. Mereka memilih pensiun dini karena alasan kesehatan dan merasa sudah jenuh. ”Setiap tahun, yang pensiun dini mungkin hanya 1–2 orang,” ucap Harto, Rabu (14/2).

Menurut Harto, jumlah ASN yang ada di Pamekasan saat ini jauh dari ideal. Terutama tenaga guru yang setiap tahun terus berkurang. Sementara tenaga administrasi masih dirasa cukup. ”Kalau secara umum, ada analisis jabatan (anjab) dan analisis beban kerja (ABK) yang dibuat oleh bagian organisasi,” jelasnya.

Dengan rencana rekrutmen CPNS yang digulirkan Kementerian PAN-RB, BKPSDM telah mendata formasi CPNS yang dibutuhkan. Menurut Harto, formasi tersebut sudah diusulkan ke pusat. Yang diprioritaskan adalah tenaga guru, kesehatan, dan teknis.

”Totalnya ada 694 kuota yang sudah kita sampaikan dan ajukan ke pusat. Itu sudah berdasarkan anjab dan ABK, tidak asal mengajukan formasi,” katanya. Formasi tenaga guru yang diajukan 540, tenaga kesehatan 94, dan 60 tenaga teknis.

Harto mengakui, jumlah kuota rekrutmen CPNS yang diajukan masih kurang. Tetapi kekurangan tersebut tidak semua diajukan. Pihaknya hanya memprioritaskan kekurangan formasi yang dibutuhkan. Apalagi, daerah lain juga membutuhkan penambahan formasi.

”Di Pamekasan ini paling banyak, 694. Kalau Sampang hanya sekitar 500, Sumenep 400. Kami sekarang tinggal menunggu persetujuan dari sana (pusat),” jelasnya.

Tetapi, Harto belum mengetahui secara pasti kapan pembukaan rekrutmen CPNS tersebut. Sebab, masih dalam tahap mengajukan formasi. Dia mengaku, pengajuan kuota CPNS belum tentu dipenuhi semua. Semua bergantung pada kebijakan Kementerian PAN-RB.

”Bisa jadi tidak dapat, karena belum tentu kami dapat kuota meskipun sudah mengusulkan. Karena ada kriteria dari pusat, apakah kabupaten X atau Y dapat kuota atau tidak,” terangnya.

Sebab, persyaratan minimal anggaran belanja daerah untuk belanja pegawai harus di bawah 50 persen. Secara logika, ketika anggaran belanja pegawai mencapai 70 persen, daerah tersebut tidak bisa melaksanakan kepentingan publik di bidang pembangunan daerah. ”Informasi dari pusat tahun ini ada penerimaan CPNS,” tukasnya.

Kepala Biro Hukum, Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian PAN-RB Herman Suryatman menyampaikan, rencana rekrutmen CPNS terus dibahas. ”Kalau sudah siap pasti kami informasikan. Sekarang masih dalam tahap pembahasan, belum ada penetapan formasi,” ucap Herman singkat.

(mr/ghi/luq/bas/JPR)