Pemkab Malang Minta Kendaraan Besar Exit di Karanglo Dulu

Karanglo Singosari, Malang

MALANG – Meski akses tol Malang–Pandaan (Mapan) dari Karanglo menuju Pakis (Kabupaten Malang) belum terbangun, tapi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang sudah menyiapkan skema. Kendaraan bermuatan berat seperti truk diharapkan tidak masuk jalur Karanglo–Pakis. Tapi keluar melalui exit tol Karanglo (Singosari).

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang Romdhoni menyatakan, secara khusus pihaknya meminta agar ada perlakuan khusus untuk ruas tol yang melintas di Kecamatan Pakis. ”Saya minta untuk kendaraan-kendaraan besar nanti exit-nya di Karanglo dulu,” kata Romdhoni, kemarin (24/12).

Alasannya, Romdhoni menyebut bahwa kemampuan jalan daerah yang ada di kabupaten belum seimbang dan memenuhi daya dukung. Jika dilewati oleh kendaraan-kendaraan besar yang biasa melintas di jalan tol, Romdhoni khawatir gampang rusak. ”Kami sudah diskusikan dengan pihak PT Jasa Marga agar kendaraan ringan saja yang keluar dari exit tol Pakis,” kata Romdhoni.

Seperti diberitakan, pengerjaan tol Mapan dari Karanglo–Pakis diperkirakan akan tuntas pada Maret 2019 mendatang. Supaya benar-benar siap untuk dilewati semua jenis kendaraan, Romdhoni menuturkan bahwa harus ada peningkatan kualitas maupun kuantitas jalan daerah terlebih dahulu.

Hal ini berkaca dari kondisi terkini di jalan-jalan kabupaten yang dilintasi oleh kendaraan pengangkut material tol Mapan. Di Pakis misalnya, pantauan koran ini terdapat banyak sekali ruas jalan yang rusak karena sering dilewati oleh kendaraan pengangkut material berukuran besar. Beberapa di antaranya tergambar di sepanjang ruas Jalan Raya Ampeldento, Asrikaton, Saptorenggo, hingga Sekarpuro.



Kini, saat musim hujan, lubang-lubang jalan tersebut juga banyak menimbulkan genangan yang membahayakan, terutama bagi pengendara roda dua.

”Untuk peningkatan di jalan-jalan yang akan dilewati pengendara setelah keluar dari tol, pihak Jasa Marga sudah menyatakan kesanggupannya untuk membantu. Tapi mereka minta waktu karena saat ini masih fokus menyelesaikan tol Mapan,” tukasnya.

Pewarta: Farik Fajarwati
Editor: Amalia
Penyunting: Mahmudan