Pemkab Malang Hadirkan Gerakan Membangun Dimulai dari Desa

JawaPos.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang resmi menghapus program Bina Desa. Sebagai gantinya, Pemkab Malang menggelar Gema Desa alias Gerakan Membangun Desa.

Kegiatan perdana, digelar di Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Jumat (4/1). Gema Desa menyasar lima wilayah di kecamatan ini.

Wakil Bupati Malang, Muhammad Sanusi meninjau beragam potensi yang ada di kecamatan ini. Mulai dari pandai besi, perajin tempe dan tahu, hingga UMKM sangkar burung dan peternak sapi.

Wakil Bupati Malang, Muhammad Sanusi meninjau beragam potensi yang ada di Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Jumat (4/1). (Tika Hapsari/JawaPos.com)

Kemudian, Sanusi bersama dengan para organisasi perangkat daerah (OPD) menuju wisata Boon Pring mengunakan sepeda motor. Selanjutnya, ke Ponpes Bihaaru Bahri Asali Fadlaailir Rahmah yang juga dikenal sebagai Masjid Tiban.

“Dari hasil tinjauan tadi, ada banyak kekurangan. Misalnya saja di tempat wisata. Kolam renang perlu dikembangkan lebih bagus,” ujarnya.

Kemudian, peternak sapi menurutnya perlu dikoneksikan dengan pihak perbankan, dalam hal ini adalah Bank Jatim. Fungsi Bank Jatim adalah pemberi kredit usaha dengan bunga ringan yakni 7 persen.

“Jadi nanti juga ada peminjaman untuk perajin tahu dan peternak. Sementara baru satu orang saja dipinjami satu miliar Rupiah. Tapi nanti akan dilakukan secara berkelompok, dikoordinir oleh Camat,” kata dia.

Dia tegaskan, bukan hanya peternakan sapi dan perajin tempe serta tahu yang akan dikembangkan dengan pemberian bantuan usaha. Namun juga peternak bebek. Karena menurut Sanusi, peternakan bebek di Kecamatan Turen.

Rencananya, dalam waktu dekat pihak Pemkab Malang akan melakukan kerjasama dengan Bank Jatim. Tujuannya untuk mempermudah bantuan keuangan.

“Minggu depan akan kami kerjasamakan dengan Bank Jatim. Arahnya adalah peningkatan taraf ekonomi. Saat ini, angka kemiskinan kami 10,3 persen. Targetnya 9 persen,” tegas dia.

Editor      : Budi Warsito
Reporter : Dian Ayu Antika Hapsari