Pemkab Launching Command Center

KABUPATEN – Kanal untuk menampung laporan hingga keluhan atas layanan publik di Kabupaten Malang kian terbuka lebar. Hal itu seiring dengan diresmikannya ruangan Command Center yang berada di lantai 9 Pendapa Kabupaten Malang kemarin (28/2). Ruangan khusus yang menghabiskan anggaran Rp 8 miliar itu memiliki banyak fungsi.

Salah satunya adalah menampung laporan dan keluhan masyarakat. Caranya dengan men-download aplikasi bernama Citizen Report. Dari sana, apa pun keluhan bakal ditampung dan segera ditindaklanjuti Pemkab Malang.

”Setiap OPD (organisasi perangkat daerah) harus segera merespons dengan cepat berbagai keluhan yang masuk,” ujar Bupati Malang Rendra Kresna di sela-sela kegiatan launching Command Center kemarin.

Ketua DPW (Dewan Pimpinan Wilayah) Partai Nasdem Jawa Timur itu juga berharap agar Command Center juga menjadi pusat komunikasi antar-OPD.

”Suatu ketika Command Center ini akan menjadi ruang untuk mengendalikan semua kegiatan di tengah masyarakat. Termasuk ketika terjadi bencana banjir, longsor, maupun peristiwa lainnya. Maka koordinasi di lapangan akan kami monitor langsung dari sini,” terang Rendra.

Upaya monitoring terhadap kegiatan ini juga bisa dilakukan dari tempat tersebut. ”Kebanyakan OPD-OPD kami telah memiliki sistem dan aplikasi yang merekam semua kegiatan. Nah, lewat Command Center ini harapannya semua program tersebut bisa menjadi satu kesatuan yang utuh dan saling terintegrasi,” beber Rendra.

Proses koordinasi antar pimpinan OPD juga dapat dimaksimalkan di tempat yang dikelola dinas kominfo (komunikasi dan informatika) tersebut.

”Kabupaten Malang itu luas, terdiri dari pantai dan gunung. Butuh waktu dan biaya yang tidak sedikit tentunya untuk menjangkaunya. Dengan adanya tempat ini, komunikasi kami dengan masyarakat bisa lebih efisien,” tambahnya.

Salah satu cara yang sudah diuji coba beberapa waktu lalu, yakni memaksimalkan video conference. Dengan pola komunikasi tersebut, biaya operasional setiap OPD juga bisa ditekan.

Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Malang Nazarudin Hasan menambahkan, saat ini sudah ada enam OPD yang terintegrasi dengan jaringan di Command Center. Di antaranya, dinas pengendalian penduduk dan keluarga berencana, dinas PU bina marga, dinas PU sumber daya air, dinas kependudukan dan pencatatan sipil, dinas kesehatan, dinas pendidikan, dan Kemenag Kabupaten Malang.

”Bisa difungsikan sebagai alat monitor bupati terhadap OPD juga,” ujar Nazar.

Menggandeng salah satu perusahaan komputasi terbesar di Indonesia, PT IBM (International Business Machines), keberadaan Command Center Kabupaten Malang itu diklaim bakal menjadi percontohan smart regency kabupaten dan kota se-Indonesia.

CEO (Chief Executive Officer) PT IBM Indonesia Gunawan Susanto yang juga hadir dalam launching  kemarin untuk mempertegas hal tersebut.

”Kalau sebelumnya yang sering disebut adalah smart city, maka untuk kali pertama kami temukan konsep smart regency,” kata Gunawan.

Presiden direktur termuda yang pernah menjabat di PT IBM itu setuju jika seluruh OPD di Kabupaten Malang harus bersinergi satu sama lain. ”Melalui informasi yang terintegrasi, maka akan menghasilkan keputusan yang tepat sehingga pelayanan terhadap masyarakat juga akan semakin optimal,” tutupnya.

Pewarta : Farik Fajarwati
Penyunting : Bayu Mulya
Copy editor : Dwi Lindawati
Foto : Rubianto