22.7 C
Malang
Sabtu, Februari 10, 2024

502 Berkas Bacaleg Lengkap Diverifikasi KPU Kota Malang

MALANG KOTADeadline KPU Kota Malang melakukan verifikasi berkas bakal calon legislatif (bacaleg) kurang dua pekan lagi. Sebanyak 689 berkas administrasi bacaleg kini tengah dikebut untuk didata ulang. Hingga kemarin, 80 persen berkas bacaleg tuntas diverifikasi oleh KPU.

”Sejauh ini 502 berkas bacaleg sudah diverifikasi dan hasil sementara tidak ada masalah baik data ganda maupun hal yang kurang,” kata Anggota Divisi Teknis Penyelenggara Pemilu KPU Kota Malang Deny Rachmat Bachtiar, kemarin.

Deny menambahkan verifikasi 187 berkas bacaleg tersisa akan dikebut secepatnya. Dia menarget berkas yang tersisa selesai lebih cepat dari target yang telah ditentukan pada 23 Juni mendatang.

Jika verifikasi berkas usai, KPU akan melaporkan hasilnya ke 18 partai politik (parpol) yang telah mendaftar.

Baca Juga:  KPU Kota Malang Pelototi Potensi Bacaleg Miliki Data Ganda

”Target pengumuman kemungkinan di tanggal 23 atau 24 Juni, jadi nama bacaleg yang lolos maupun butuh perbaikan akan diketahui,” jelas Deny.

Ditanya terkait kendala selama beberapa pekan melakukan verifikasi, Deny menyebut tak ada. Saat ini, proses verifikasi juga cenderung lebih mudah dibanding pemilu periode 2019 lalu. Ini karena seluruh berkas sudah berbentuk digital lewat aplikasi Sistem Informasi Pencalonan (Silon) dan tidak menggunakan berkas fisik atau paperless.

”Sebelum daftar bacaleg ditetapkan pada November, bacaleg memiliki waktu yang panjang. Jadi kalau ada bacaleg yang belum memenuhi syarat bisa segera dipenuhi,” lanjut Deny.

Sementara itu, saat ditanya perihal keterbukaan data bacaleg, Deny menjelaskan jika sudah ada regulasi yang mengatur. Mereka tidak bisa membuka data bacaleg sebelum waktunya karena tak hanya terikat dengan PKPU. Namun, juga Undang-undang (UU) Perlindungan Data Pribadi.

Baca Juga:  Perindo dan PSI Mulai Susun Strategi Sambut Kampanye

”Nanti akan ada rilis sesuai timeline yang berlaku. Bahkan, Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) hanya bisa melakukan pengawasan melalui kami. Tidak seperti dulu yang mendapat data langsung,” pungkas dia. (mel/adn)

MALANG KOTADeadline KPU Kota Malang melakukan verifikasi berkas bakal calon legislatif (bacaleg) kurang dua pekan lagi. Sebanyak 689 berkas administrasi bacaleg kini tengah dikebut untuk didata ulang. Hingga kemarin, 80 persen berkas bacaleg tuntas diverifikasi oleh KPU.

”Sejauh ini 502 berkas bacaleg sudah diverifikasi dan hasil sementara tidak ada masalah baik data ganda maupun hal yang kurang,” kata Anggota Divisi Teknis Penyelenggara Pemilu KPU Kota Malang Deny Rachmat Bachtiar, kemarin.

Deny menambahkan verifikasi 187 berkas bacaleg tersisa akan dikebut secepatnya. Dia menarget berkas yang tersisa selesai lebih cepat dari target yang telah ditentukan pada 23 Juni mendatang.

Jika verifikasi berkas usai, KPU akan melaporkan hasilnya ke 18 partai politik (parpol) yang telah mendaftar.

Baca Juga:  Perindo dan PSI Mulai Susun Strategi Sambut Kampanye

”Target pengumuman kemungkinan di tanggal 23 atau 24 Juni, jadi nama bacaleg yang lolos maupun butuh perbaikan akan diketahui,” jelas Deny.

Ditanya terkait kendala selama beberapa pekan melakukan verifikasi, Deny menyebut tak ada. Saat ini, proses verifikasi juga cenderung lebih mudah dibanding pemilu periode 2019 lalu. Ini karena seluruh berkas sudah berbentuk digital lewat aplikasi Sistem Informasi Pencalonan (Silon) dan tidak menggunakan berkas fisik atau paperless.

”Sebelum daftar bacaleg ditetapkan pada November, bacaleg memiliki waktu yang panjang. Jadi kalau ada bacaleg yang belum memenuhi syarat bisa segera dipenuhi,” lanjut Deny.

Sementara itu, saat ditanya perihal keterbukaan data bacaleg, Deny menjelaskan jika sudah ada regulasi yang mengatur. Mereka tidak bisa membuka data bacaleg sebelum waktunya karena tak hanya terikat dengan PKPU. Namun, juga Undang-undang (UU) Perlindungan Data Pribadi.

Baca Juga:  Tiga KPU di Malang Raya Kebut Pembahasan Kebutuhan Anggaran untuk Pilkada

”Nanti akan ada rilis sesuai timeline yang berlaku. Bahkan, Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) hanya bisa melakukan pengawasan melalui kami. Tidak seperti dulu yang mendapat data langsung,” pungkas dia. (mel/adn)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/