Pemilih Ganda Jadi Bidikan KPU di Pilgub Sulsel 2018

Pemilih Ganda Jadi Bidikan KPU di Pilgub Sulsel 2018

Komisioner KPU Sulsel Mardiana Rusli mengatakan, teknis pendataan coklit yang digelar pada 20 Januari hingga 18 Februari 2018 itu, menyasar 6,8 juta orang penduduk di Sulsel. Teknis evaluasi hasil coklit, dilakukan dengan menyandingkan hasil coklit di 24 kabupaten/kota.

“Berkas ditinjau untuk mengetahui sebaran pemilih potensial di Pilgub. Kita rapikan untuk melihat apakah adatidaknya data yang ganda, mengetahui berapa jumlah pemilih pemula, pemilih disabilitas, dan lain-lain,” kata Mardiana di Makassar, Rabu (21/2).

Coklit kata Mardiana, ditempuh KPU sebelum menetapkan Daftar Pemilih Sementara (DPS). Hal itu sesuai tahapan tingkat provinsi pada 16 hingga 17 Maret 2018. DPS itu kemudian dijadikan dasar penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada (21/4) mendatang.

Pelaksanaan coklit di Sulsel pada umumnya pada berjalan lancar. Hanya saja, diakui Mardiana, masih ada saja sejumlah daerah yang cukup membuat petugas kewalahan mendapatkan informasi karena kondisi masyarakat yang cenderung tertutup.

“Kelompok pemilih juga ada yang kalau didata menolak. Mereka anggap pemilihan tidak begitu penting,” tuturnya.



Selain itu lanjut Mardiana, masih ada segelintir pemilik hak suara yang belum masuk daftar coklit. Seperti masyarakat yang jarang berada di rumah, atau telah berpindah domisili. Namun kata dia lagi, persoalan seperti ini mampu dituntaskan.

“Untuk yang seperti ini, tetap memiliki kesempatan menyalurkan hak pilih pada pemungutan suara (27/6) nanti. Kita punya layanan melalui SMS Gateway jadi yang belum terdata bisa melapor, lalu kita layani. Hak pilih setiap orang juga terjamin, sepanjang punya E-KTP,” tutupnya.


(rul/JPC)