Pemerintah Jerman Mau Buka Pasar Kerja bagi Imigran dan Pengungsi | JawaPos.com

Pemerintah Jerman Mau Buka Pasar Kerja bagi Imigran dan Pengungsi | JawaPos.com

JawaPos.com – Kabinet Jerman membahas poin-poin utama rancangan UU Imigrasi yang baru. Perdebatan muncul mengenai status pengungsi dan pemohon suaka yang hingga kini tidak mendapat ijin kerja.

Jerman saat ini mengalami kekurangan tenaga kerja ahli di beberapa bidang, terutama bidang pelayanan kesehatan, gastronomi dan perhotelan. Serikat pekerja dan perusahaan Jerman sudah lama mendesak agar pemerintah membuka pasar kerja bagi imigran untuk sektor-sektor kekurangan tenaga kerja.

Perdebatan kini muncul mengenai status pengungsi dan pemohon suaka, yang selama ini tidak mendapat ijin untuk bekerja di Jerman. Menteri Tenaga Kerja Hubertus Heil (SPD) bahkan mengusulkan, pengungsi terampil yang ditolak permohonan suakanya sebaiknya tidak dikirim pulang, tapi diberikan kesempatan untuk bekerja di Jerman.

“Kita harus memastikan bahwa kita tidak tersandung ideologi dengan mengirim pulang (orang-orang) yang ‘salah’,” kata Heil.

Dia mengatakan, tenaga ahli yang telah diakui kualifikasinya atau bahkan mendapat pendidikan keahlian tidak segera dikirim pulang, sekalipun permohonan suakanya ditolak. Mereka hendaknya diijinkan “pindah jalur” dari pengungsi menjadi pencari kerja. Tapi kebanyakan politisi partai konservatif CDU dan CSU menolak langkah itu.

Belum ada UU Imigrasi untuk pencari kerja

Terobosan jutsru muncul dari kalangan CDU sendiri. Perdana Menteri Negara Bagian Schleswig Holsten, Daniel Günther, awal minggu ini mengusulkan agar pencari suaka dan pengungsi “yang sudah terintegrasi”, maksudnya sudah dapat berkomunikasi dalam bahasa Jerman dan memiliki keterampilan khusus, tidak dideportasi seandainya permohonan suaka mereka ditolak, melainkan diberi kemungkinan mencari pekerjaan dan mendapat status imigran biasa.

Kanselir Jerman Angela Merkel (CDU) juga mendesak agar pembahasan RUU Imigrasi dipercepat sehingga bisa diputuskan dalam waktu dekat. Namun partai CSU hingga kini masih menolak dan ingin memberi prioritas lebih dulu kepada tenaga kerja dari Uni Eropa dan Eropa timur. Sedangkan pekerja terampil dari luar Uni Eropa bisa diijinkan, jika potensi tenaga kerja dari Uni Eropa benar-benar sudah dimanfaatkan.

Harian ekonomi Handelsblatt melaporkan, Menteri Dalam Negeri Horst Seehofer (CSU) ingin pemerintah Jerman lebih dulu fokus pada peningkatan pelatihan bagi penduduk Jerman yang masih menganggur dan mendatangkan pekerja terampil dari negara-negara Uni Eropa, sebelum memanfaatkan “potensi tenaga kerja terampil internasional”.

Elemen penting UU Imigrasi

Menurut harian Handelsblatt, ada beberapa butir penting yang sudah dirumuskan berkaitan dengan penyusunan RUU Imigrasi.

Dinas Tenaga Kerja diharapkan lebih gesit dan luwes mengejar tenaga kerja terampil yang dibutuhkan. Pengakuan kualifikasi dan ijazah dari luar negeri juga akan disederhanakan. Dinas Tenaga Kerja juga diminta untuk meluncurkan kampanye iklan di negara-negara terpilih jika dianggap perlu untuk memenuhi permintaan pasar tenaga kerja.

Selain itu, pemerintah Jerman akan mengintensifkan penawaran kursus bahasa Jerman, baik di Jerman maupun di luar negeri, kata Handelsblatt.

 

hp/rzn (dpa, rtr)