pembunuhan mbah sirep

pembunuhan mbah sirep

MENINGGAL: Mbah Sirep dalam kenangan.
(RAMADANI WAHYU – JawaPos.com/RadarKediri (repro))

KEDIRI KABUPATEN – Polsek Purwoasri akhirnya menerapkan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana kepada Sukarno, 60, tersangka kasus pembunuhan Mbah Suwarti, 72, ibu tirinya sendiri (8/2).

          Berapa ancaman hukuman pidana bagi Sukarno dengan dikenakannya pasal tersebut? Kapolsek Purwoasri AKP Ismu Kamdaris mengatakan ancaman hukuman maksimal untuk pasal 340 KUHP bagi yang dikenakan adalah hukuman mati. “Pidana maksimal untuk pembunuh berencana yaitu hukuman mati,” tandasnya.

          Adapun dalam KUHP, Pasal 340 soal pembunuhan berencana disebutkan Barang siapa sengaja dan dengan rencana lebih dahulu merampas nyawa orang lain, diancam dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu dengan hukuman maksimal 20 tahun.

Namun, keputusan soal hukuman ini bergantung pada hakim di pengadilan nanti memberikan keringanan hukuman atau tidak.  “Putusan sepenuhnya di tangan hakim di pengadilan bisa dikurangi pidananya,” ujar Ismu.



Ismu Kamdaris melanjutkan, dengan menerapkan pasal 340 KUHP polisi menurutnya perlu hati-hati. Pasalnya, pembunuhan berencana menurutnya bukan kasus yang mudah. “Kami membutuhkan banyak waktu untuk menetapkan pasal tersebut pasalnya dilakukan penyelidikan lanjutan, bukan sekadar pembunuhan biasa,” terangnya.

Ismu Kamdaris menuturkan bahwa selama ini dari barang bukti yang telah ditemukan, yaitu berupa pisau, balok kayu, masker, dan topi merupakan peralatan yang digunakan Sukarno untuk melancarkan aksinya. Barang-barang tersebut sebelumnya sudah dipersiapkan dengan matang oleh Sukarno. “Kami tanya di mana ia memperoleh barang bukti tersebut, seperti pisau, topi, masker, dan sebagainya,” tegasnya.

Untuk diketahui bahwa Sukarno terlibat sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan berencana kepada ibu tirinya sendiri, yaitu Suwarti alias Sireb pada (1/2) lalu.

Dilatarbelakangi perebutan harta warisan, akhirnya Sukarno tega menusuk perut Mbah Sireb yang sempat dirawat di ruang ICU RS HVA Toeloengredjo Pare selama empat hari. Mbah Sireb bertahan hingga hari Minggu (4/2) lantas mengembuskan nafas terakhirnya. Hingga saat ini tersangka Sukarno ditahan di Polsek Purwoasri.

(rk/die/die/JPR)