Pembunuh Tukang AC, Polisi Tunggu Hasil Pemeriksaan Kartu HP dan CCTV Sinergi Jawa Pos

Wakasat Reskrim Polrestabes Surabaya Kompol I Dewa Gede Juliana mengatakan, pihaknya sudah meminta keterangan keluarga dan rekan korban. Keterengan tersebut digali untuk mengetahui apakah selama ini korban memiliki masalah atau pernah cekcok dengan keluarga dan rekan di tempat kerja. 

“Namun baik keluarga dan teman kerjanya mengatakan tak mendapati korban memiliki masalah dengan orang lain. Mereka tidak tahu kalau di lapangan korban mungkin punya masalah. Sebab korban tak pernah cerita,” ungkap Kompol Juliana, Minggu malam (24/12). 

Juliana mengatakan, selain saksi, polisi juga sudah memeriksa CCTV yang ada di sekitar lokasi kejadian. Menurutnya ada dua CCTV, namun satu CCTV tak merekam kejadian tersebut karena lokasinya terlalu jauh. Sedangkan CCTV lain ada di salah satu gudang. Namun, pihaknya belum memeriksa CCTV tersebut karen gudangnya masih tutup. “Karena libur, jadi gudang tersebut tak beroperasi,” terangnya. 

Mengenai sim card korban juga masih menunggu proses pemeriksaan. Sebab untuk mengetahui siapa yang menghubungi korban terakhir kali sebelum ia tewas dibacok juga butuh waktu. Sehingga, sambil menunggu hasil pemeriksaan, polisi mencoba mengumpulkan informasi dari lapangan. “Berbagai upaya akan kami lakukan untuk mencari dan menangkap pelaku,” terangnya. 

Disinggung mengenai apa motif dari pembacokan tersebut, Juliana tak ingin berspekuliasi. Hanya diduga kuat pelakunya memiliki dendam dengan korban. Hal itu bisa dianalisa sementara dari barang-barang korban yang tidak hilang dan bagaimana korban dibacok, sadis dan memang sudah niat membuat korban mati. 

“Namun itu, masih hasil sementara di lapangan. Lain-lainnya kami masih kembangkan dan akan kami sampaikan jika sudah mendapatkan hasil,” tutupnya. 

Seperti yang diketahui sebelumnya, Setiyo tewas usai dibacok orang tak dikenal di Jalan Gembong Sawah 3, Surabaya pada Sabtu (23/12).  Dia dibacok oleh dua orang yang berboncengan sepeda motor saat korban melintas di lokasi tersebut. Luka sabetan di bagian tangan dan leher membuat korban tak sempat mendapat pertolongan dan tewas di lokasi kejadian.(yua/no) 

(sb/yua/jek/JPR)